KPK Periksa 7 Pejabat Pemkab Cilacap di Duga Pemerasan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KPK Periksa 7 Pejabat Pemkab Cilacap di Duga Pemerasan (Poto ; DOK.tvonenews.com)

KPK Periksa 7 Pejabat Pemkab Cilacap di Duga Pemerasan (Poto ; DOK.tvonenews.com)

Jakarta, jemarionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap yang menyeret nama mantan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. KPK memeriksa tujuh pejabat Pemkab Cilacap sebagai saksi untuk mengungkap alur dugaan praktik pemerasan tersebut.

Pemeriksaan para saksi berlangsung di Polresta Cilacap. Penyidik KPK menggali keterangan terkait dugaan aliran dana serta mekanisme pengumpulan uang di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi Awal 2026, Sejumlah Daerah Tingkatkan Kewaspadaan Banjir

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi memperkuat konstruksi perkara. Penyidik mengolah keterangan para pejabat dan menyusun kronologi kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang KPK lakukan di wilayah Cilacap. Tim KPK mengamankan sejumlah pihak dan menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga terkait praktik pemerasan di lingkungan pemerintahan daerah.

Dugaan pemerasan ini melibatkan pengumpulan dana dari beberapa unit kerja di Pemkab Cilacap. Penyidik menelusuri aliran dana ke pihak-pihak tertentu yang masih dalam pendalaman.

Baca Juga :  BKN Umumkan Hasil Seleksi Administrasi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional ASN Maret 2026

KPK menegaskan proses hukum terus berjalan. Tim KPK mengembangkan kasus ini untuk mengungkap seluruh jaringan dan aliran dana yang terlibat.

Dengan pemeriksaan tujuh pejabat ini, KPK memperjelas peran masing-masing pihak dalam dugaan praktik korupsi tersebut. Penyidik melanjutkan penyidikan hingga seluruh fakta hukum terungkap secara menyeluruh.

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB