Padang, jemarionline.com – Kementerian Pekerjaan Umum memacu langkah penanganan spam banjir padang demi memulihkan pasokan air bersih warga secara menyeluruh. Petugas Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumatra Barat langsung bergerak menyisir tiga fasilitas instalasi air yang lumpuh.
Banjir bandang menerjang wilayah Kota Padang sejak Jumat hingga Sabtu pada awal Oktober. Bencana hidrometeorologi tersebut merusak fasilitas instalasi utama penyuplai air bersih bagi puluhan ribu pelanggan PDAM.
Fasilitas yang mengalami kerusakan meliputi SPAM Guo Kuranji, SPAM Palukahan, serta kawasan instalasi SPAM Gunung Pangilun. Tim teknis di lapangan langsung memetakan kerusakan struktural guna menentukan skema penanganan darurat tercepat.
Kondisi terparah terjadi pada bangunan pengambilan air mentah di kawasan Guo Kuranji. Arus banjir yang deras menjebol dinding penahan serta memutuskan sejumlah jaringan pipa transmisi vital.
Sementara itu, timbunan lumpur tebal dan gelondongan kayu menutup rapat intake SPAM Palukahan. Kondisi serupa terjadi di SPAM Gunung Pangilun akibat genangan air yang merendam area proyek prasedimen.
Pemulihan Pasokan Air Bersih Menjadi Prioritas Utama Warga
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan jajarannya berfokus penuh mengembalikan akses kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Pemerintah menempatkan pemulihan distribusi air minum warga sebagai agenda paling mendesak di atas segalanya.
Langkah cepat ini bertujuan mencegah meluasnya krisis air bersih di kawasan permukiman penduduk terdampak banjir. Petugas lapangan memprioritaskan fungsi penyaluran air sebelum memulai rekonstruksi fisik permanen secara menyeluruh.
SPAM Guo Kuranji kini menjadi titik fokus utama seluruh pekerjaan darurat di lapangan. Instalasi strategis ini menyuplai air minum hingga kapasitas delapan puluh liter per detik.
Pasokan air dari instalasi tersebut mengalir langsung menuju sepuluh ribu sambungan rumah warga Kota Padang. Gangguan pada intake ini otomatis memutus akses air minum harian bagi puluhan ribu jiwa.
Tantangan perbaikan di lokasi Guo Kuranji tergolong sangat berat bagi tim teknis Kementerian PU. Pasalnya, fasilitas vital ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat bencana banjir pada November setahun silam.
Saat banjir bandang kembali menerjang pekan lalu, kontraktor pelaksana sebenarnya masih menjalankan renovasi intake tersebut. Hantaman banjir susulan membuat konstruksi yang sedang berjalan kembali mengalami kerusakan teknis cukup parah.
Hutama Karya Tangani Rekonstruksi Intake Guo Kuranji Cepat
BPBPK Sumatra Barat kini menerapkan strategi perbaikan darurat untuk memotong waktu pemulihan distribusi air. Skema perbaikan sementara ini membuat instalasi pengolahan air dapat segera beroperasi kembali secara fungsional.
Langkah darurat tersebut berjalan beriringan dengan penyiapan dokumen teknis untuk kelanjutan pembangunan fisik permanen. Pola kerja cepat ini memastikan warga tidak menunggu terlalu lama untuk memperoleh suplai air bersih.
PT Hutama Karya memimpin langsung pengerjaan teknis di lapangan sebagai mitra pelaksana konstruksi. Kontraktor pelat merah tersebut mengerahkan tim teknis berpengalaman guna mempercepat rekonstruksi dinding intake yang ambrol.
Pekerjaan fisik mencakup perbaikan menyeluruh pada struktur mercu bendung dan sayap intake yang retak. Tim perbaikan menyesuaikan metode kerja di bantaran sungai dengan memperhitungkan tingkat kerusakan lapangan terkini.
Pekerja terus membersihkan material sedimen lumpur dan batu yang menyumbat jalur aliran air baku. Normalisasi aliran sungai di sekitar bendung terus berjalan secara intensif memakai alat berat.
Kementerian PU menargetkan seluruh instalasi intake Guo Kuranji dapat berfungsi kembali mengalirkan air mentah secepatnya. Langkah ini bakal mengembalikan kapasitas suplai air bersih secara maksimal bagi seluruh pelanggan PDAM Padang.(ar)









