Surabaya, jemarionline.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan korban KM Virgo Transport 8 secara bertahap kepada para ahli waris dan penyintas. Tim gabungan langsung mengawal proses verifikasi identitas agar penyaluran dana darurat berjalan tepat sasaran.
Sebanyak 54 warga Jawa Timur mencatatkan nama dalam manifes pelayaran kapal penyeberangan tersebut. Musibah tenggelamnya kapal rute Surabaya menuju Banjarmasin ini menyisakan duka mendalam bagi para keluarga.
Dari total penumpang asal Jawa Timur tersebut, petugas mengonfirmasi 11 orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 43 penumpang lainnya berhasil selamat dari insiden maut tersebut.
Tim evakuasi mencatat 21 penyintas saat ini masih bertahan di lokasi transit Banjarmasin. Di sisi lain, sebanyak 22 korban selamat sudah tiba kembali di kampung halaman.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani bergerak cepat menyisir seluruh data penumpang. Dinsos Jatim menggandeng BPBD untuk memastikan validitas dokumen seluruh warga terdampak musibah.
Petugas lapangan memverifikasi data korban meninggal dunia maupun selamat secara cermat. Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menentukan penerima santunan penanganan darurat.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengalokasikan santunan duka sebesar Rp10 juta per orang bagi korban meninggal. Saat ini, empat ahli waris telah menerima dana santunan duka tersebut secara langsung.
Petugas memproses pencairan santunan bagi tujuh ahli waris lainnya secara intensif. Pemprov Jatim segera mentransfer dana tersebut setelah seluruh berkas administrasi dinyatakan lengkap.
Pemerintah Provinsi Menjamin Pendataan Penyintas Berjalan Tuntas
Pemprov Jatim juga memberikan dana taktis bernilai Rp5 juta kepada para korban selamat. Sebanyak 12 penyintas telah menerima dana bantuan finansial untuk menopang kebutuhan mendesak.
Bantuan logistik dan taktis ini memprioritaskan pemulihan kondisi fisik serta mental para survivor. Pemerintah provinsi memastikan seluruh korban selamat mendapat perhatian medis yang memadai.
Petugas mendata 10 penyintas yang telah tiba di Jawa Timur sebagai penerima gelombang berikutnya. Skema pencairan dana sosial menyesuaikan dengan kecepatan masuknya dokumen validasi peserta musibah.
Dinsos Jatim menjalin komunikasi intensif dengan pihak berwenang di Kalimantan Selatan. Langkah kolaborasi ini bertujuan memantau kesehatan sekaligus memfasilitasi skema kepulangan para penumpang.
Petugas mendampingi proses repatriasi warga yang masih berada di lokasi transit Banjarmasin hingga tuntas. Pengawalan penuh menjamin seluruh hak warga Jawa Timur terpenuhi tanpa ada yang terlewat.
Kolaborasi lintas lembaga antara Dinsos dan BPBD Jatim terus mengawal penanganan dampak musibah ini. Pemprov Jatim memastikan proses inventarisasi korban berjalan hingga seluruh tahapan pemulihan selesai.(ar)









