Jakarta, jemarionline.com – Pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II agar fasilitas pendidikan siap dipakai pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengawal setiap tahap pekerjaan dan memantau perkembangan proyek setiap hari.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan proyek menjadi fokus utama karena waktu pelaksanaan sangat terbatas. Pemerintah juga membuka jalur koordinasi cepat agar pekerjaan tetap bergerak sesuai jadwal.
Dody menjelaskan pemerintah terus bekerja bersama Danantara untuk menjaga kelancaran proyek. Tim di lapangan segera menyelesaikan kendala yang muncul agar pekerjaan tidak tertunda.
“Kami hampir setiap hari berkolaborasi dengan Danantara. Jika ada kesulitan finansial atau kendala lainnya di lapangan, kami bantu carikan solusinya agar pekerjaan tidak tersendat. Saat ini para penyedia jasa semakin optimistis dan bekerja lebih cepat untuk mengejar target penyelesaian,” kata Dody di Jakarta, Minggu.
Lima Lokasi Memimpin Progres Pembangunan
Data Kementerian PU per 4 Juni 2026 menunjukkan lima lokasi mencatat perkembangan paling tinggi. Kelima lokasi itu masuk kategori zona hijau percepatan.
Sekolah Rakyat di Kota Semarang, Jawa Tengah, memimpin dengan progres 86,58 persen. Kabupaten Sragen berada di posisi berikutnya dengan capaian 86,09 persen.
Kota Bengkulu menempati urutan ketiga dengan progres 85,77 persen. Kota Medan mencatat progres 85,69 persen.
Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap di Sulawesi Selatan mencapai progres 84,83 persen. Capaian tersebut menempatkan lima lokasi itu sebagai yang tertinggi di antara 93 lokasi pembangunan.
Dody menegaskan percepatan berjalan melalui kerja sama lintas sektor. Kementerian PU melibatkan penyedia jasa konstruksi, manajemen konstruksi, pemerintah daerah, serta dukungan pembiayaan dan tenaga kerja.
Tim pengendali proyek memantau perkembangan setiap hari. Langkah ini menjaga ritme pekerjaan tetap stabil.
“Kita memang bekerja dalam waktu yang sangat pendek. Idealnya mungkin sembilan bulan, tetapi kondisi yang ada mengharuskan kita bergerak lebih cepat. Karena itu pengendalian dilakukan setiap hari untuk memastikan progres tetap berjalan sesuai target,” ujarnya.
Pengawasan harian juga membantu tim mengambil keputusan lebih cepat. Dengan cara itu, proyek dapat terus bergerak tanpa menunggu proses yang panjang.
Rata-Rata Progres Nasional Sudah Lampaui 71 Persen
Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU mencatat rata-rata progres fisik di 93 lokasi mencapai 71,13 persen per 4 Juni 2026. Angka tersebut terus meningkat selama sepekan terakhir.
Sebanyak 12 lokasi sudah melampaui progres 80 persen. Seluruh lokasi tersebut masuk kategori zona hijau percepatan.
Di Kota Semarang, bentuk bangunan sekolah mulai terlihat utuh. Pekerja terus menyelesaikan gedung pendidikan, asrama, dan fasilitas pendukung.
Situasi serupa terjadi di Sragen, Medan, Bengkulu, dan Sidrap. Tim konstruksi menjalankan pekerjaan hampir tanpa jeda untuk mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026.
Kementerian PU juga memperkuat dukungan tenaga kerja agar percepatan tetap berjalan. Penambahan personel membantu menjaga produktivitas di lapangan.
Hingga awal Juni 2026, proyek Sekolah Rakyat Tahap II menyerap sekitar 78.113 tenaga kerja. Pemerintah juga menambah dukungan personel dari TNI di beberapa lokasi yang membutuhkan percepatan tambahan.
Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas pendidikan selesai sesuai jadwal. Target tersebut menjadi bagian dari persiapan pembukaan tahun ajaran baru 2026/2027.(ar)









