Jakarta, jemarionline.com – Skor SINTA tertinggi Indonesia menjadi indikator penting dalam mengukur kekuatan riset perguruan tinggi di tanah air.
Selain itu, pemeringkatan ini juga menunjukkan produktivitas ilmiah kampus berdasarkan publikasi jurnal yang tercatat dalam Science and Technology Index (SINTA).
Oleh karena itu, data ini sering dijadikan acuan dalam melihat daya saing akademik nasional.
Berdasarkan data resmi SINTA yang dirilis Kemendikti Saintek pada Minggu (7/6/2026), sejumlah kampus besar kembali mendominasi posisi teratas. Sementara itu, kampus lain juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kontribusi riset mereka.
UGM Kukuh di Peringkat Pertama
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menempati posisi pertama. Dengan demikian, UGM mencatat skor SINTA 3 tahun sebesar 1.678.814 dan skor keseluruhan mencapai 5.171.733.
Selain itu, capaian tersebut menegaskan konsistensi UGM dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang tinggi. Di sisi lain, kampus ini juga terus memperkuat ekosistem riset di berbagai bidang ilmu.
IPB dan UI Bersaing Ketat di Posisi Atas
Kemudian, Institut Pertanian Bogor (IPB) menempati posisi kedua dengan skor total 3.525.058. IPB tetap unggul dalam riset pertanian, lingkungan, dan teknologi pangan.
Selanjutnya, Universitas Indonesia (UI) berada di posisi ketiga dengan skor 3.462.030. Dengan demikian, UI memperlihatkan kontribusi kuat dalam riset lintas disiplin, mulai dari kesehatan hingga ilmu sosial.
Unair dan ITB Perkuat Lima Besar
Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) menempati posisi keempat dengan skor 2.994.865. Selain fokus pada bidang kesehatan, Unair juga aktif dalam pengembangan riset sosial humaniora.
Di sisi lain, Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di posisi kelima dengan skor 2.875.102. Oleh karena itu, ITB tetap menjadi salah satu pusat unggulan riset teknologi dan inovasi di Indonesia.
Undip, ITS, dan UB Menyusul di Peringkat Tengah
Kemudian, Universitas Diponegoro (Undip) berada di posisi keenam dengan skor 2.536.404. Selanjutnya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menempati posisi ketujuh dengan skor 2.389.443.
Selain itu, Universitas Brawijaya (UB) berada di posisi kedelapan dengan skor 2.286.269. Dengan demikian, ketiga kampus ini menunjukkan konsistensi dalam pengembangan riset terapan dan inovasi teknologi.
Unpad dan UNS Lengkapi 10 Besar Nasional
Selanjutnya, Universitas Padjadjaran (Unpad) berada di posisi kesembilan dengan skor 2.208.372. Unpad terus memperkuat riset di bidang kesehatan, sosial, dan kebijakan publik.
Kemudian, Universitas Sebelas Maret (UNS) menutup daftar 10 besar dengan skor 2.107.678. Oleh karena itu, UNS tetap menunjukkan stabilitas dalam publikasi ilmiah nasional.
Daftar 10 Kampus Skor SINTA Tertinggi Indonesia 2026
- UGM – 5.171.733
- IPB – 3.525.058
- UI – 3.462.030
- Unair – 2.994.865
- ITB – 2.875.102
- Undip – 2.536.404
- ITS – 2.389.443
- UB – 2.286.269
- Unpad – 2.208.372
- UNS – 2.107.678
Kesimpulan
Dengan demikian, data SINTA 2026 menunjukkan bahwa kampus-kampus besar Indonesia masih mendominasi peta riset nasional. Selain itu, persaingan antarperguruan tinggi semakin ketat dari tahun ke tahun.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas publikasi ilmiah menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing akademik di tingkat nasional maupun global.(ar)









