Kasus Bea Cukai, Golkar Nilai Transaksi Tatap Muka Rawan Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng. (Foto: dok. MPR RI)

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng. (Foto: dok. MPR RI)

Jemarionline – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi impor barang. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menilai praktik pertemuan tatap muka dalam proses administrasi dan transaksi masih menjadi celah terjadinya korupsi.

Menurut Mekeng, selain faktor integritas individu, sistem yang masih mengandalkan pertemuan langsung antara petugas dan pengguna jasa membuka peluang penyalahgunaan wewenang. Ia mendorong agar proses pelayanan publik, termasuk di sektor kepabeanan dan perpajakan, semakin mengandalkan sistem digital.

Baca Juga :  Kasus Suap Impor Bea Cukai, KPK Dalami Peran Pengusaha Rokok

Mekeng juga menyoroti pentingnya penanaman budaya anti korupsi sejak dini. Ia menilai di sejumlah negara, praktik tatap muka tetap ada, namun integritas pejabatnya lebih kuat sehingga penyimpangan bisa ditekan.

Baca Juga :  Kejagung Ungkap Korupsi Ekspor CPO Berkedok POME

Selain itu, ia menyinggung faktor kesejahteraan dan jaminan hari tua sebagai salah satu pemicu korupsi. Menurutnya, kekhawatiran masa depan setelah pensiun kerap mendorong oknum pejabat mencari keuntungan selama masih memiliki jabatan.

Ia menilai perbaikan sistem dan penanaman integritas sejak awal memang membutuhkan waktu panjang. Namun untuk jangka pendek, Mekeng menekankan perlunya seleksi ketat, uji integritas, serta jaminan hidup layak bagi aparatur negara setelah pensiun.

Berita Terkait

Dirjen Pajak Tegaskan Pemecatan Pegawai DJP Bukan Prestasi, Melainkan Penegakan Disiplin
Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin
Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya
BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer
KPK: Bupati Tulungagung Targetkan Rp5 Miliar, Realisasi Rp2,7 Miliar
Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina
Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik
10 Provinsi dengan ASN Terbanyak 2025: Jawa Timur Duduki Posisi Puncak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:00 WIB

Dirjen Pajak Tegaskan Pemecatan Pegawai DJP Bukan Prestasi, Melainkan Penegakan Disiplin

Minggu, 12 April 2026 - 18:00 WIB

Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya

Minggu, 12 April 2026 - 15:10 WIB

BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer

Minggu, 12 April 2026 - 12:00 WIB

KPK: Bupati Tulungagung Targetkan Rp5 Miliar, Realisasi Rp2,7 Miliar

Minggu, 12 April 2026 - 11:00 WIB

Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina

Berita Terbaru

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras (dok.Angkatan Laut Amerika/IDN financials)

Internasional

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras

Minggu, 12 Apr 2026 - 23:00 WIB