Insentif Guru PPPK Paruh Waktu Segera Cair, Ini Dasar Hukumnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Insentif Guru PPPK Paruh Waktu Segera Cair, Ini Dasar Hukumnya

Insentif Guru PPPK Paruh Waktu Segera Cair, Ini Dasar Hukumnya

Jemarionline.com, Jakarta— Pemerintah memastikan insentif bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu segera dicairkan. Saat ini, skema pembayaran telah rampung dan tinggal menunggu pengesahan akhir dari pemerintah daerah.

Pencairan insentif tersebut ditargetkan berlangsung pada awal Ramadan 2026. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi para guru yang sebelumnya mengalami keterlambatan penerimaan penghasilan akibat penyesuaian sistem administrasi dan anggaran daerah.

Skema Pembayaran Sudah Selesai

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyelesaikan pembahasan teknis mekanisme pemberian insentif. Data penerima juga sudah mulai diverifikasi agar proses pembayaran dapat dilakukan lebih cepat.

Setelah keputusan kepala daerah diterbitkan, dana insentif dapat langsung disalurkan kepada guru PPPK paruh waktu yang memenuhi syarat.

Langkah ini diharapkan membantu kebutuhan para guru menjelang bulan Ramadan.

Besaran Insentif Berbeda Tiap Daerah

Besaran insentif tidak ditetapkan secara nasional. Nilainya menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.

Beberapa faktor yang memengaruhi nominal insentif antara lain:

  • jumlah jam mengajar

  • beban kerja guru

  • tugas tambahan di sekolah

  • kemampuan anggaran pemerintah daerah

Baca Juga :  UU PPRT Disahkan, PRT Kini Punya Hak Setara Pekerja

Karena itu, jumlah insentif yang diterima guru bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Memiliki Dasar Hukum yang Jelas

Pemberian insentif kepada guru PPPK paruh waktu memiliki landasan hukum dalam regulasi kepegawaian nasional.

Melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, pemerintah menegaskan bahwa PPPK merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhak memperoleh penghasilan yang adil dan layak.

Ketentuan tersebut diperkuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, yang menyatakan PPPK berhak menerima gaji dan tunjangan sesuai beban kerja dan tanggung jawab jabatan.

Sementara itu, rincian gaji dan tunjangan PPPK diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.

Berdasarkan aturan tersebut, pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan atau insentif melalui kebijakan anggaran daerah.

Upaya Menjaga Kesejahteraan Guru

Insentif ini diberikan sebagai solusi sementara selama masa penataan tenaga honorer menjadi ASN. Sebelumnya, sejumlah guru PPPK paruh waktu mengaku belum menerima penghasilan secara penuh akibat perubahan sistem pembayaran.

Baca Juga :  Apa Itu NIB? Pedagang Online Wajib Punya atau Akun Bisa Diblokir

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat membantu stabilitas ekonomi guru sekaligus menjaga kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

Status PPPK Paruh Waktu Masih Dievaluasi

Di tingkat pusat, pemerintah dan DPR masih membahas evaluasi kebijakan PPPK paruh waktu. Salah satu opsi yang dikaji adalah penataan ulang status kepegawaian agar memberikan kepastian karier dan kesejahteraan yang lebih baik.

Evaluasi tersebut diperkirakan menjadi fokus kebijakan ASN sepanjang tahun 2026.

Harapan Para Guru

Guru PPPK paruh waktu berharap pencairan insentif dapat terealisasi sesuai jadwal. Kepastian pembayaran dinilai penting untuk meningkatkan motivasi kerja serta mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah.

Dengan skema yang telah rampung, pemerintah diharapkan segera menuntaskan proses administrasi agar hak para guru dapat diterima tanpa penundaan.

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB