China, jemarionline.com – China terus mempercepat langkah untuk China saingi Starlink melalui pengembangan perusahaan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO), SpaceSail.
Perusahaan yang mendapat dukungan Pemerintah Kota Shanghai itu membuka putaran pendanaan baru guna mempercepat pembangunan konstelasi satelit dan memperluas pasar internasional.
Pendanaan tersebut menjadi bagian dari strategi China untuk memperkuat daya saing di industri internet satelit global.
SpaceSail akan memanfaatkan dana yang terkumpul untuk membangun jaringan satelit, mengembangkan teknologi, serta memperluas layanan ke berbagai negara.
SpaceSail Buka Pendanaan Perkuat Ekspansi Pasar Internet Satelit Global
Media pemerintah China Securities Times melaporkan bahwa SpaceSail akan melepas maksimal 20 persen kepemilikan saham kepada investor baru maupun investor lama. Perusahaan hanya menerima hingga tiga investor baru dalam putaran pendanaan tersebut.
SpaceSail juga mengajak investor lama menambah investasi. Perusahaan akan memakai dana hasil pendanaan untuk mempercepat pembangunan konstelasi satelit, memperkuat riset dan pengembangan (R&D), memperluas pasar, serta mendukung kebutuhan operasional.
Langkah itu memperlihatkan keseriusan China membangun jaringan internet satelit berskala global. Pemerintah dan pelaku industri terus mendorong pengembangan teknologi komunikasi berbasis satelit untuk memenuhi kebutuhan konektivitas masa depan.
SpaceSail Targetkan Lima Belas Ribu Satelit Hingga Tahun 2030
SpaceSail menargetkan peluncuran hingga 15.000 satelit orbit rendah pada 2030. Perusahaan ingin menghadirkan layanan internet broadband yang menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah terpencil.
Satelit orbit rendah mengorbit pada ketinggian sekitar 160 hingga 2.000 kilometer di atas permukaan Bumi. Posisi tersebut membuat layanan internet memiliki latensi lebih rendah dibandingkan satelit geostasioner.
SpaceSail juga memperluas jangkauan bisnis di luar China. Regulator telekomunikasi Brasil, Anatel, telah memberikan izin kepada perusahaan untuk mengoperasikan layanan komunikasi komersial di negara tersebut.
Ekspansi itu menunjukkan bahwa SpaceSail tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Perusahaan juga ingin memperkuat posisinya di pasar internet satelit internasional.
China Perkuat Teknologi Satelit Hadapi Persaingan Industri Global
China terus memperkuat kemampuan teknologi satelit melalui berbagai proyek antariksa. Pada April 2026, negara itu meluncurkan roket Smart Dragon-3 (SD-3) yang membawa satelit uji komunikasi ke orbit.
Para peneliti China juga mengembangkan teknologi komunikasi laser berbasis satelit geostasioner. Mereka menguji sistem tersebut di Observatorium Lijiang pada Maret 2026.
Tim peneliti mengklaim sistem itu mampu menghadirkan kecepatan unduh hingga 1 Gbps. Meski masih dalam tahap pengembangan, hasil uji coba menunjukkan kemajuan teknologi komunikasi satelit China.
Pendanaan terbaru SpaceSail muncul ketika persaingan industri satelit orbit rendah semakin ketat. Langkah tersebut berlangsung beberapa hari setelah SpaceX, perusahaan milik Elon Musk yang mengoperasikan Starlink, mencatatkan penawaran saham perdana (IPO) terbesar di dunia.
SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dolar AS saat debut di bursa saham. Nilainya kemudian meningkat menjadi sekitar 85,7 miliar dolar AS.
Perusahaan akan memanfaatkan tambahan modal itu untuk mengembangkan bisnis kecerdasan buatan (AI), layanan internet satelit, dan infrastruktur antariksa.
Di sisi lain, SpaceSail terus mempercepat pembangunan konstelasi satelit guna memperkuat posisi China dalam persaingan internet satelit global.
Dengan target peluncuran 15.000 satelit hingga 2030, SpaceSail membawa ambisi besar China untuk menghadirkan layanan internet satelit yang mampu bersaing di pasar internasional. Persaingan dengan Starlink pun diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.(ar)









