BGN Luncurkan Aplikasi MBG, Guru Ikut Awasi Makanan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aplikasi Reviu Menu MBG membawa perubahan dalam cara pengawasan makanan bergizi gratis.( Poto : ANTARA )

Aplikasi Reviu Menu MBG membawa perubahan dalam cara pengawasan makanan bergizi gratis.( Poto : ANTARA )

Jakarta, jemarionline.com – Aplikasi MBG pengawasan makanan kini menjadi langkah baru Badan Gizi Nasional dalam menjaga kualitas Makan Bergizi Gratis.

Selain itu, guru dan kepala posyandu ikut terlibat langsung untuk menilai makanan saat tiba di lokasi penerima manfaat.

Dengan demikian, pengawasan berjalan lebih cepat, terbuka, dan dekat dengan lapangan.

BGN Perkuat Pengawasan Lewat Aplikasi Baru

Badan Gizi Nasional meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memperkuat pengawasan program makan bergizi gratis.

Selain itu, sistem ini mengajak guru sekolah dan kepala posyandu ikut serta dalam proses penilaian makanan di lapangan.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya memperluas pengawasan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Menurutnya, ketika penerima manfaat ikut menilai, kualitas program bisa lebih terjaga.

“Karena itu, guru dan kepala posyandu kami libatkan langsung agar mereka bisa melaporkan kondisi makanan secara cepat,” ujar Sony.

Dengan demikian, BGN mendorong semua pihak untuk lebih disiplin dalam menjaga standar makanan yang dibagikan setiap hari.

Baca Juga :  72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup

Cara Kerja Aplikasi MBG di Lapangan

Aplikasi Reviu Menu MBG bekerja secara langsung di lapangan. Setiap kali makanan tiba, guru yang ditunjuk sekolah dan kepala posyandu segera mengisi penilaian melalui sistem.

Selain itu, proses ini berlangsung secara real-time sehingga laporan langsung masuk ke pusat data tanpa menunggu rekap manual.

Dengan cara ini, BGN bisa merespons lebih cepat jika muncul masalah.

Pengguna menilai beberapa aspek penting, antara lain:

  • Ketepatan waktu pengiriman
  • Aroma makanan
  • Rasa makanan
  • Tampilan serta variasi menu

Di sisi lain, sistem ini juga memudahkan petugas memantau kondisi distribusi di berbagai daerah sekaligus.

Hasil Awal: Mayoritas Laporan Bernilai Positif

Berdasarkan data dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, sistem mencatat 1.707 laporan dari berbagai wilayah.

Dari jumlah tersebut, 1.705 laporan menyatakan makanan layak dikonsumsi. Sementara itu, hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak.

Baca Juga :  Prabowo: Rockefeller Institute Nilai Program Makan Bergizi Gratis Investasi Terbaik

Selain itu, tingkat ketepatan distribusi mencapai 97,95 persen. Artinya, sebagian besar makanan sampai tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari jadwal.

Kemudian, hasil penilaian kualitas juga menunjukkan angka tinggi:

  • 99,71 persen laporan menyebut aroma makanan baik
  • 99,41 persen menilai tampilan makanan sesuai standar
  • 98,89 persen menilai rasa makanan dapat diterima

Dengan demikian, program MBG menunjukkan kinerja yang cukup stabil di banyak daerah.

Pengawasan Ganda untuk Tingkatkan Kualitas

Sony Sonjaya menegaskan bahwa aplikasi ini menghadirkan pengawasan ganda. Di satu sisi, BGN tetap menjalankan kontrol internal. Namun di sisi lain, penerima manfaat juga ikut mengawasi langsung.

Selain itu, sistem ini membuat laporan masalah muncul lebih cepat, misalnya jika terjadi keterlambatan atau penurunan kualitas makanan.

Dengan begitu, BGN bisa segera menindaklanjuti setiap temuan di lapangan. Di samping itu, semua pelaksana program juga terdorong untuk menjaga standar pelayanan.(ar)

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB