Jemarionline – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Penyerahan bantuan dilakukan secara serentak, dengan pusat kegiatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Acara dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas PRR, yang mengikuti secara hybrid dari Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Penyaluran Dilakukan Bertahap
Dalam keterangannya, Tito menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini merupakan tahap awal berdasarkan data yang telah dihimpun pemerintah daerah. Ia memastikan proses distribusi akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi di lapangan.
Tito meminta para kepala daerah untuk membentuk tim kecil atau satgas pendataan guna memastikan data kerusakan rumah benar-benar akurat. Menurutnya, validitas data menjadi kunci percepatan realisasi pembangunan kembali hunian warga.
Rincian Besaran Bantuan
Pemerintah menetapkan besaran bantuan berbeda sesuai tingkat kerusakan rumah:
-
Rp15 juta untuk rumah rusak ringan
-
Rp30 juta untuk rumah rusak sedang
-
Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang
Untuk kategori rusak berat atau rumah yang hilang, dana Rp60 juta tidak diberikan dalam bentuk tunai kepada warga, melainkan diwujudkan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah. Pembangunan dapat dilakukan di lokasi semula atau di lahan relokasi yang telah ditetapkan.
Progres Pemulihan Terus Dikebut
Tito menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh Tamiang dan wilayah Sumatera lainnya. Ia menyebut sejumlah daerah mulai menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pemerintahan maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski masih terdapat titik-titik terdampak yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah berkomitmen melanjutkan rehabilitasi hingga seluruh wilayah kembali normal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Sejumlah pejabat kementerian/lembaga juga mengikuti secara virtual, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto.
Pemerintah berharap program rehabilitasi ini mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.









