Jakarta, jemarionline.com – Dua aksi demo Jakarta hari ini berlangsung di kawasan Senayan dan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). Polisi menyiapkan 584 personel gabungan untuk menjaga keamanan sekaligus mengurai potensi kemacetan di sekitar lokasi aksi.
Aksi pertama berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, sejak pukul 09.00 WIB. Setelah itu, massa lain melanjutkan demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, mulai pukul 11.00 WIB.
Warga yang biasa melintas di dua kawasan tersebut sebaiknya memilih jalur alternatif agar perjalanan tidak terhambat kepadatan kendaraan.
Polisi Fokus Jaga Kelancaran Aksi
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Erlyn Sumantri, mengatakan aparat gabungan langsung menempati sejumlah titik sejak pagi.
Personel kepolisian, TNI, dan petugas pemerintah daerah berjaga untuk memastikan demonstrasi berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Pukul 09.00 WIB unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Pecinta Polri,” kata Erlyn dalam keterangannya.
Aliansi Masyarakat Pecinta Polri menggelar aksi pertama di depan kompleks parlemen Senayan. Massa mulai berdatangan sejak pagi sambil membawa berbagai tuntutan dan aspirasi.
Kemudian, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Bangsa melanjutkan aksi kedua di depan Kantor BGN, Menteng. Massa mahasiswa memilih kawasan Kebon Sirih sebagai titik penyampaian aspirasi mereka.
Polisi Siapkan Rekayasa Arus Kendaraan
Petugas lalu lintas terus memantau kondisi kendaraan di sekitar lokasi demo. Jika arus mulai tersendat, polisi langsung mengalihkan kendaraan ke jalur lain.
Langkah itu bertujuan menjaga arus kendaraan tetap bergerak dan mencegah antrean panjang di jalan utama Jakarta Pusat.
Kawasan Senayan dan Menteng memang sering mengalami kepadatan saat jam kerja. Kehadiran massa aksi membuat volume kendaraan meningkat lebih cepat dibanding hari biasa.
Jalan Gatot Subroto di sekitar DPR RI serta Jalan Kebon Sirih menuju Menteng menjadi titik yang paling berpotensi mengalami perlambatan arus lalu lintas.
Karena itu, banyak pengendara memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan.
Warga Diminta Cari Jalur Alternatif
Polisi meminta masyarakat tidak melintas di sekitar lokasi demonstrasi jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung,” ujar Erlyn.
Imbauan tersebut berlaku bagi pekerja kantoran, pengemudi ojek online, hingga pengguna kendaraan pribadi yang biasa melintas di pusat kota.
Selain memperlambat arus kendaraan, konsentrasi massa juga sering membuat akses jalan menyempit. Kondisi itu biasanya muncul ketika peserta aksi datang atau meninggalkan lokasi demonstrasi.
Meski begitu, aparat tetap mengutamakan pendekatan humanis selama pengamanan berlangsung. Polisi juga terus mengarahkan massa agar aksi berjalan tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Aktivitas Jakarta Tetap Berjalan Normal
Sampai pagi hari, aktivitas warga di sekitar Senayan dan Menteng masih berjalan normal. Sejumlah aparat tampak berjaga sambil mengatur kendaraan yang melintas.
Pengguna jalan juga tetap bisa melintasi kawasan tersebut meski harus menghadapi kepadatan di beberapa titik.
Polisi mengimbau masyarakat tetap mengikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan lebih aman dan lancar.
Demonstrasi di kawasan pusat pemerintahan Jakarta memang kerap berlangsung pada hari kerja. Karena itu, aparat biasanya langsung menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas sejak pagi.
Dengan adanya dua aksi unjuk rasa hari ini, warga Jakarta sebaiknya memantau kondisi lalu lintas sebelum bepergian supaya perjalanan tidak terhambat.(ar)









