Pemerintah Siapkan Skema Baru, Pertamina dan BLU Bisa Impor Minyak dari Rusia hingga AS

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung/Foto: Heri Purnomo/detikcom

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung/Foto: Heri Purnomo/detikcom

Jakarta, Jemarionline.com – Pemerintah menyiapkan mekanisme baru untuk memperluas sumber impor minyak nasional. Melalui skema tersebut, impor tidak hanya berjalan melalui Pertamina, tetapi juga dapat melibatkan Badan Layanan Umum (BLU).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan energi sekaligus memberi ruang yang lebih fleksibel dalam pengadaan minyak mentah.

Pemerintah menyebut pilihan negara pemasok juga tidak terbatas pada satu wilayah.

Pemerintah Buka Opsi Impor dari Rusia sampai Amerika Serikat

Dalam penjelasannya, pemerintah membuka peluang impor dari sejumlah negara, termasuk Rusia dan Amerika Serikat.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan wilayah lain yang mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Pemilihan negara pemasok nantinya akan mempertimbangkan harga, kualitas minyak, biaya logistik, serta efisiensi distribusi.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan:

“Jadi tidak hanya dari Rusia. Bisa dari negara lain termasuk Amerika Serikat dan wilayah lain yang memenuhi kebutuhan kita.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjaga fleksibilitas pasokan dan tidak bergantung pada satu sumber.

Pertamina dan BLU Akan Menjalankan Peran Berbeda

Pemerintah menjelaskan bahwa skema baru memberi ruang lebih luas dalam proses pengadaan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru Logam Mulia

Pertamina tetap menjadi pelaku utama sektor energi nasional.

Namun, pemerintah juga menyiapkan peran BLU untuk mendukung kebutuhan tertentu.

Langkah tersebut muncul setelah pemerintah melihat perlunya mekanisme yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar global.

Yuliot Tanjung mengatakan:

“Regulasi sudah tersedia sehingga impor bisa dilakukan melalui mekanisme yang sudah disiapkan.”

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap proses pengadaan energi dapat berjalan lebih fleksibel.

Mengapa Pemerintah Melibatkan BLU?

Pemerintah melihat adanya kebutuhan untuk menyesuaikan skema bisnis dengan kondisi pembiayaan internasional.

Pertamina memiliki sejumlah mekanisme pendanaan global sehingga perusahaan perlu memperhatikan berbagai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pemerintah membuka alternatif jalur pengadaan melalui BLU.

Langkah tersebut juga bertujuan menjaga kelancaran pasokan tanpa mengurangi ruang gerak perusahaan.

Selain itu, pemerintah ingin memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi meski kondisi pasar berubah.

Impor Minyak Akan Dilakukan Bertahap

Pemerintah tidak berencana mendatangkan seluruh kebutuhan dalam satu waktu.

Pemerintah akan menyesuaikan volume impor dengan kapasitas penyimpanan dan kebutuhan dalam negeri.

Strategi ini bertujuan menjaga efisiensi distribusi dan menghindari tekanan logistik.

Baca Juga :  QR BBM Subsidi Tiba-Tiba Hilang? Ini Cara Mengaktifkannya Lagi

Pemerintah sebelumnya juga menyebut Indonesia memiliki rencana impor minyak mentah dari Rusia hingga 150 juta barel sampai akhir 2026.

Namun, angka tersebut tetap dapat berubah sesuai kebutuhan nasional.

Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Strategi impor dari berbagai negara memberi Indonesia lebih banyak pilihan.

Pemerintah dapat mencari harga yang lebih kompetitif dan menjaga stabilitas pasokan.

Selain itu, diversifikasi sumber juga membantu mengurangi risiko jika terjadi gangguan pada salah satu wilayah pemasok.

Di sisi lain, pelaksanaan kebijakan tetap akan mengikuti perkembangan harga minyak global dan kondisi geopolitik.

Karena itu, pemerintah akan terus mengevaluasi strategi pengadaan energi.

Pemerintah Fokus pada Ketahanan Energi

Kebutuhan energi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, produksi domestik masih belum sepenuhnya menutup kebutuhan konsumsi.

Karena itu, pemerintah memilih memperluas sumber pasokan agar pasokan energi tetap terjaga.

Yuliot Tanjung menegaskan:

“Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan energi nasional tetap aman dan tersedia.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga ketersediaan energi.(man)

Berita Terkait

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Berita Terbaru

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tebo Arief Haryoko.(poto: jambiprima.com).

Daerah

Jumlah Warga Miskin Desil 1 Kabupaten Tebo Meningkat

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:17 WIB