Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Pemicu dan Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan rupiah terhadap dolar AS. dok: Bloomberg

Ilustrasi pergerakan rupiah terhadap dolar AS. dok: Bloomberg

Jakarta, Jemarionline.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan awal pekan. Pergerakan tersebut membuat rupiah menutup perdagangan di posisi terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Data perdagangan menunjukkan rupiah ditutup melemah 0,19% ke level Rp17.743 per dolar AS pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Angka tersebut menjadi rekor penutupan terlemah yang tercatat sejauh ini.

Meski beberapa mata uang Asia bergerak lebih stabil, tekanan terhadap rupiah masih bertahan dan membuat pasar terus memantau langkah lanjutan otoritas ekonomi.

Apa yang Menekan Rupiah?

Sejumlah faktor eksternal masih menjadi perhatian pasar.

Salah satu faktor utama datang dari penguatan dolar AS. Ketika dolar menguat, investor global cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman sehingga mata uang negara berkembang ikut tertekan.

Selain itu, kenaikan harga energi global juga ikut mempersempit ruang gerak mata uang di kawasan Asia. Harga minyak yang tetap tinggi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan tekanan ekonomi global.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, OJK Sebut Perbankan Masih Aman tapi Waspadai Risiko Ini

Di sisi lain, pasar juga menyoroti persepsi risiko terhadap aset domestik yang dinilai ikut memengaruhi tekanan pada rupiah.

Pelemahan Tidak Terjadi Sekali

Pergerakan rupiah sebenarnya sudah menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada awal Mei, rupiah sempat menyentuh Rp17.420 per dolar AS dan saat itu sudah mencatat posisi terlemah sepanjang sejarah. Setelah itu, tekanan terus berlanjut hingga menembus level baru.

Beberapa hari sebelumnya, rupiah juga sempat ditutup di Rp17.656 per dolar AS sebelum akhirnya bergerak lebih rendah lagi.

Data pasar menunjukkan pelemahan rupiah sepanjang tahun berjalan terus menjadi perhatian pelaku pasar dan pelaku usaha.

Apa Dampaknya ke Masyarakat?

Pergerakan kurs tidak selalu langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Namun jika pelemahan berlangsung lama, beberapa sektor dapat ikut merasakan dampaknya.

Barang impor berpotensi menjadi lebih mahal. Selain itu, biaya produksi industri yang memakai bahan baku luar negeri juga dapat meningkat.

Sektor yang memiliki ketergantungan terhadap dolar AS biasanya ikut memantau kondisi ini secara lebih ketat.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan keputusan investasi.

Pasar Menunggu Respons Berikutnya

Pelaku pasar kini menunggu langkah lanjutan dari otoritas ekonomi.

Sejumlah analis menilai pasar akan terus memperhatikan arah kebijakan moneter, stabilitas likuiditas, serta upaya menjaga arus modal agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar.

Sementara itu, Bank Indonesia tetap memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. (man)

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Biodiesel B50 pada 9 Juli, Pemerintah Percepat Transisi Energi
Tarif Listrik Juli-September 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Penjelasannya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB