Kebumen, jemarionline.com – Presiden RI Prabowo Subianto mendorong perluasan proyek tambak di berbagai daerah dengan fokus pada proyek tambak produktif nasional untuk memperkuat sektor perikanan.
Ia menyampaikan hal itu saat meninjau Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah.
Ekspansi Tambak di Banyak Wilayah
Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan pengembangan tambak di beberapa daerah, mulai dari Waingapu, Gorontalo, Kebumen, hingga Pantura Jawa Barat.
Ia menjelaskan, Waingapu akan berkembang hingga 2.000 hektare. Gorontalo menyusul dengan 200 hektare, Kebumen 65 hektare, dan Pantura Jawa Barat sekitar 14 hektare.
Prabowo menegaskan setiap wilayah akan menjalankan fungsi berbeda agar produksi lebih efisien dan merata.
Fokus Produksi Udang dan Ikan
Pemerintah membedakan komoditas di tiap lokasi. Kebumen fokus pada udang, sedangkan Pantura Jawa Barat akan mengembangkan budidaya ikan.
Prabowo menyebut strategi ini membantu daerah memanfaatkan potensi alam secara maksimal sekaligus meningkatkan produksi pangan laut nasional.
“Setiap daerah harus punya produksi yang kuat dan bisa membuka lapangan kerja,” kata Prabowo melalui Sekretariat Presiden.
Dorongan Proyek yang Menghasilkan Nilai Ekonomi
Prabowo meminta seluruh jajaran kabinet memprioritaskan proyek yang langsung memberi dampak ekonomi.
Ia menekankan proyek harus menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat ekonomi daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak perlu fokus pada pembangunan fisik yang tidak menghasilkan nilai tambah. Ia lebih memilih anggaran dialihkan ke sektor produksi seperti perikanan dan pertanian.
BUBK Kebumen Jadi Contoh Keberhasilan
Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen menunjukkan hasil nyata dari model tambak modern. Kawasan ini berdiri di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, dengan luas 100 hektare.
Pengelola mengoperasikan 65 hektare lahan dengan 139 kolam produksi. Sistem pendukungnya mencakup suplai air laut dan instalasi pengolahan limbah modern.
Hingga siklus ke-8, BUBK Kebumen menghasilkan lebih dari 1,1 juta kilogram udang. Nilai produksinya mencapai sekitar Rp83,3 miliar dalam bentuk PNBP.
Proyek ini juga menyerap tenaga kerja lokal, baik pekerja tetap maupun harian lepas, sehingga ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak.
Penutup
Pemerintah terus memperluas tambak produktif sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan laut. Dengan model seperti BUBK Kebumen, pemerintah berharap produksi udang dan ikan meningkat sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah.(ar)









