Kementan Pantau Ketat Stok Bawang Merah Jelang Idul Adha

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan bawang merah segar hasil panen petani ( Poto : MyKuta )

Tumpukan bawang merah segar hasil panen petani ( Poto : MyKuta )

Jakarta, jemarionline.com – Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan bawang merah stabil menjelang Idul Adha 1447 H dengan memperketat pengawasan distribusi dan pasokan di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga di pasar tidak bergejolak, meski cuaca ekstrem sempat mengganggu produksi di sejumlah sentra.

Pasokan Masih Aman dari Sentra Produksi

Kementan menyebut produksi bawang merah nasional saat ini masih dalam kondisi aman. Sejumlah daerah andalan seperti Brebes, Solok, Enrekang, Nganjuk, Garut, hingga Probolinggo tetap menjadi penopang utama pasokan nasional.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kami memperkuat sinergi dengan petani champion, pemerintah daerah, asosiasi, dan lembaga terkait agar distribusi tetap lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, produksi bawang merah nasional mencapai sekitar 2 juta ton bawang basah per tahun atau setara 1,3 juta ton bawang kering. Sementara kebutuhan dalam negeri berada di kisaran 1,26 juta ton per tahun. Artinya, secara umum pasokan masih mencukupi.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Produksi

Meski pasokan relatif aman, cuaca ekstrem masih menjadi tantangan utama di lapangan. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menyebut musim tanam Maret–Mei 2026 cukup berat bagi petani.

Baca Juga :  LPG Nonsubsidi Naik, Penemuan Gas Raksasa di Kaltim Jadi Sorotan Sektor Energi

Perubahan cuaca memicu serangan hama seperti ulat grayak dan penyakit moler yang menurunkan produktivitas di beberapa daerah.

Namun, distribusi dari sentra produksi tetap berjalan normal. Daerah seperti Brebes, Nganjuk, Enrekang, Temanggung, Pati, dan Garut masih aktif mengirim hasil panen ke berbagai wilayah Indonesia.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian dan petani agar pasokan tetap aman selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional,” kata Agung.

Distribusi Tetap Lancar ke Berbagai Wilayah

Di sisi lapangan, para petani juga memastikan suplai tidak terhambat. Petani champion dari Enrekang, Kasmidi, menyebut panen masih berlangsung hingga mendekati Idul Adha.

Ia mengatakan distribusi rutin ke Kalimantan dilakukan sekitar tiga kali dalam sepekan.

Sementara itu, petani dari Solok, Amri Ismail, menyebut wilayahnya akan memasuki panen raya pada pertengahan Juni. Hasil panen ini diharapkan memperkuat pasokan ke wilayah Sumatra dan sekitarnya.

Baca Juga :  Prabowo Pertimbangkan Kebijakan Hemat BBM, Opsi WFH Jadi Salah Satu Solusi

Harga Masih Berpotensi Naik Sementara

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, mengakui adanya penurunan produksi di beberapa daerah akibat cuaca ekstrem. Penurunan tersebut berkisar 30 hingga 40 persen.

Meski begitu, stok bawang merah masih tersedia hingga akhir Mei. Namun, ia memperkirakan harga masih berada di atas harga acuan karena permintaan meningkat menjelang Idul Adha.

“Secara umum stok masih ada, tapi harga bisa bertahan tinggi sampai panen baru masuk pasar,” jelasnya.

Kementan menegaskan akan terus memantau perkembangan produksi, distribusi, dan harga di seluruh daerah. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi gangguan pasokan selama masa hari besar keagamaan.

Pemerintah juga berharap panen dari berbagai sentra pada Juni 2026 dapat segera menstabilkan kembali harga di pasar.

Penutup

Dengan pengawasan yang diperketat dan koordinasi lintas daerah, pemerintah optimistis pasokan bawang merah tetap aman hingga Idul Adha berakhir. Meski cuaca masih menjadi tantangan, rantai distribusi yang berjalan baik menjadi kunci menjaga stabilitas di pasar.(ar)

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB