Jakarta, jemarionline.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah menteri ekonomi dan tokoh keuangan ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Pertemuan ini langsung menarik perhatian karena berkaitan dengan stabilitas rupiah pasar saham di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.
Sejumlah pejabat ekonomi hadir sejak siang. Namun, mereka belum memberikan penjelasan rinci mengenai agenda yang akan dibahas dalam rapat tersebut.
Pejabat Ekonomi Datang ke Istana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tiba lebih dulu sekitar pukul 14.05 WIB. Ia mengaku datang karena undangan, namun belum mengetahui isi pembahasan.
“Enggak tahu, diundang datang saja,” ujarnya kepada wartawan.
Beberapa menit kemudian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga tiba di lokasi. Ia memilih tidak berspekulasi soal isi rapat.
“Agendanya nanti kita dengar saja,” katanya singkat.
Saat ditanya soal kemungkinan pembahasan rupiah dan IHSG, Airlangga hanya menjawab, “Kita lihat.”
Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga terlihat hadir. Presiden turut mengundang ekonom senior dan mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah.
Spekulasi Arah Pembahasan Ekonomi
Kehadiran para pejabat ekonomi ini memunculkan dugaan bahwa pemerintah tengah membahas strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah sempat tertekan terhadap dolar Amerika Serikat. IHSG juga bergerak naik turun mengikuti sentimen global.
Meski begitu, pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isi rapat tersebut. Kondisi ini membuat publik menunggu kejelasan arah kebijakan berikutnya.
Fokus ke Stabilitas Ekonomi
Pertemuan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi yang dinamis. Para pengambil kebijakan ekonomi utama hadir langsung dalam forum tersebut.
Jika rapat ini menghasilkan langkah baru, kebijakan itu bisa memberi sinyal penting bagi pasar keuangan dan pelaku usaha.
Namun hingga kini, Istana belum menyampaikan hasil atau keputusan dari pertemuan tersebut.
Penutup
Pertemuan di Istana masih menyimpan banyak pertanyaan. Meski belum ada keterangan resmi, isu stabilitas rupiah dan pasar saham menjadi perhatian utama publik.
Semua pihak kini menunggu apakah pemerintah akan mengumumkan langkah lanjutan dalam waktu dekat.(ar)









