BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi Dolar AS ( Poto : istimewa ).

ilustrasi Dolar AS ( Poto : istimewa ).

Jakarta, jemarionline.comBank Indonesia (BI) mengerahkan cadangan devisa sekitar 10 miliar dollar AS sejak awal 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BI mengambil langkah ini karena tekanan global meningkat dan arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia.

Gubernur Perry Warjiyo menjelaskan bahwa BI masuk langsung ke pasar valuta asing untuk menstabilkan rupiah.

BI melakukan transaksi jual beli valuta asing di pasar spot, baik di dalam negeri maupun luar negeri, untuk meredam pelemahan mata uang.

Strategi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bank Indonesia mengarahkan intervensi melalui pasar spot ketika tekanan rupiah meningkat.

BI membeli dan menjual valuta asing untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar.

BI juga mengelola tekanan cadangan devisa dengan menggunakan instrumen swap, forward, dan hedging.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Melalui instrumen ini, BI mengalihkan sebagian intervensi agar tidak terlalu banyak menguras cadangan devisa secara langsung.

Selain itu, BI menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik investor asing.

Kebijakan ini mendorong masuknya modal asing sehingga memperkuat suplai valuta asing di pasar domestik.

Perubahan Cadangan Devisa Indonesia

BI mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai 146,2 miliar dollar AS pada akhir April 2026.

Angka ini turun dibandingkan posisi akhir 2025 yang berada di level 156,5 miliar dollar AS.

Penurunan tersebut terjadi karena BI aktif melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah.

Meski demikian, BI tetap menjaga cadangan devisa pada level yang dianggap aman untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Pergerakan Rupiah di Pasar

Rupiah mengalami tekanan sepanjang Mei 2026. Nilai tukar bergerak dari Rp 17.400, lalu melemah ke Rp 17.500, dan terus turun hingga Rp 17.600 dalam beberapa tahap perdagangan.

Baca Juga :  Luhut Buka Opsi Fungsi Bea Cukai Beralih ke DSI, Ini Penjelasannya

Pada 19 Mei 2026, rupiah diperdagangkan di sekitar Rp 17.729 per dollar AS berdasarkan data pasar.

Pergerakan ini menunjukkan tingginya tekanan eksternal yang memengaruhi pasar keuangan Indonesia.

Dampak Terhadap Ekonomi Nasional

BI menilai pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor dan mendorong inflasi jika tidak terkendali.

Karena itu, BI terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan.

BI juga terus mengarahkan kebijakan agar cadangan devisa tetap terkelola dengan hati-hati.

Melalui strategi ini, BI berupaya menjaga stabilitas rupiah cadangan devisa, memperkuat kepercayaan investor, dan menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.(ar)

Berita Terkait

Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
DJP Blokir 36 Rekening Wajib Pajak di 14 Bank, Tunggakan Capai Rp17 Miliar
BI Rate Naik, Cicilan KPR dan Pinjol Berpotensi Membengkak
Harga Emas Dunia Sentuh Level Terendah 11 Minggu, Ini Penyebabnya
Rupiah Melemah, OJK Sebut Perbankan Masih Aman tapi Waspadai Risiko Ini
Harga Emas Antam Naik Rp5.000, Tembus Rp2,74 Juta per Gram
NPL KPR BTN Turun Jadi 2,8 Persen, Transformasi Kredit Dorong Kualitas Pembiayaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:00 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:00 WIB

DJP Blokir 36 Rekening Wajib Pajak di 14 Bank, Tunggakan Capai Rp17 Miliar

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:00 WIB

BI Rate Naik, Cicilan KPR dan Pinjol Berpotensi Membengkak

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Dunia Sentuh Level Terendah 11 Minggu, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

(Foto: REUTERS/WANA)

Internasional

Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:00 WIB

(dok/metrojambi.com)

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gandeng Yayasan Regen Kelola Sampah

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:00 WIB

Foto: Dewi Wilona/Jambitv.co

Daerah

Kasus BBM Subsidi Ilegal Kerinci Masuk Tahap Penuntutan

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:00 WIB