Pemkot Sungai Penuh Raih Penghargaan dan Insentif Rp3 Miliar, Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jambiupdate.com

Foto: Jambiupdate.com

Jemarionline.comPemkot Sungai Penuh fokus menjalankan berbagai langkah konkret untuk menekan kemiskinan.

Program bantuan sosial menjangkau warga rentan secara lebih luas.

Tenaga kesehatan memperluas layanan untuk mempercepat intervensi stunting.

Selain itu, pemerintah mendorong program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat memiliki peluang usaha yang lebih baik.

Langkah-langkah tersebut berjalan konsisten.

Karena pendekatan itu menyentuh kebutuhan warga secara langsung, hasilnya mulai terlihat.

Angka kemiskinan menunjukkan tren membaik.

Program pencegahan stunting juga mencatat kemajuan.

Atas capaian itu, pemerintah pusat memberi insentif fiskal Rp3 miliar sebagai apresiasi.

Fokus Turunkan Kemiskinan

Pemkot Sungai Penuh tidak hanya mengandalkan bantuan langsung.

Baca Juga :  Merangin Raih Peringkat Dua Provinsi Jambi dalam Program MBG

Sebaliknya, pemerintah menggabungkan perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi.

Pelaku usaha kecil menerima dukungan untuk mengembangkan usaha.

Sementara itu, pemerintah membuka akses bantuan produktif untuk lebih banyak warga.

Petugas pendamping juga membantu masyarakat rentan agar program memberi hasil berkelanjutan.

Strategi ini mendorong perubahan nyata.

Warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh peluang berkembang.

Pendekatan itu memperkuat hasil penurunan kemiskinan.

Percepatan Penanganan Stunting Terus Berjalan

Selain fokus pada kemiskinan, pemerintah memberi perhatian besar pada penanganan stunting.

Tenaga kesehatan turun langsung ke lapangan.

Puskesmas memperkuat layanan ibu dan anak.

Baca Juga :  Bank Jambi Kurban 42 Sapi dan 5 Kambing, Daging Dibagikan ke Warga

Di sisi lain, kader kesehatan memperluas edukasi gizi kepada keluarga.

Pemerintah juga menggencarkan intervensi sejak dini.

Kolaborasi itu memperkuat hasil program.

Pemerintah menjadikan isu stunting sebagai prioritas karena kualitas generasi masa depan bergantung pada langkah hari ini.

Kolaborasi Jadi Kunci Utama

Keberhasilan Sungai Penuh lahir dari kolaborasi banyak pihak.

Aparatur pemerintah menjalankan program secara terarah.

Masyarakat mendukung melalui partisipasi aktif.

Tenaga kesehatan bekerja langsung di lapangan.

Sekolah, kader, dan komunitas mengambil peran penting.

Karena semua unsur bergerak bersama, program berjalan lebih efektif.

Model kolaborasi ini menjadi kekuatan utama Sungai Penuh.

Berita Terkait

Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya
SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP
Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
Pelangsir Pertalite Diamankan Polres Kerinci, Polisi Tindak Tegas
Perlindungan Sosial Kerinci Diperkuat, Kejaksaan dan BPJS Turut Mengawal
Kejari Sungai Penuh Ikut Evaluasi Kinerja Datun, Perkuat Pelayanan Hukum
Ranperwal Sungai Penuh Diharmonisasikan Kemenkum Jambi, Perkuat Pajak dan Layanan Kesehatan
Pemkot Sungai Penuh Gandeng Yayasan Regen Kelola Sampah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WIB

Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:00 WIB

SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:00 WIB

Pelangsir Pertalite Diamankan Polres Kerinci, Polisi Tindak Tegas

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:00 WIB

Perlindungan Sosial Kerinci Diperkuat, Kejaksaan dan BPJS Turut Mengawal

Berita Terbaru

Foto: Selat Hormuz kembali ditutup Iran (REUTERS/Stringer)

Internasional

Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Dunia Waspadai Krisis Energi

Jumat, 12 Jun 2026 - 12:00 WIB