Arab Saudi Buka Gelombang Kedua Pendaftaran Haji 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Arab Saudi Buka Gelombang Kedua Pendaftaran Haji 2026 (Poto : dok.HIMPUH NEWS)

Arab Saudi Buka Gelombang Kedua Pendaftaran Haji 2026 (Poto : dok.HIMPUH NEWS)

Jakarta, jemarionline.com – Pemerintah Arab Saudi kembali membuka gelombang kedua pendaftaran haji 2026 dengan menyasar jemaah yang sudah pernah menunaikan ibadah haji. Kebijakan ini menunjukkan langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan kuota sekaligus menjaga pemerataan kesempatan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Kementerian Haji dan Umrah mengambil keputusan ini setelah menyelesaikan tahap pertama pendaftaran. Mereka melihat masih ada sisa kuota yang dapat dimanfaatkan, sehingga membuka peluang bagi jemaah lama untuk kembali mendaftar. Namun, pemerintah tetap menegaskan bahwa prioritas utama tetap diberikan kepada calon jemaah yang belum pernah berhaji.

Sistem Digital Permudah Proses Pendaftaran

Pemerintah Arab Saudi mengandalkan platform digital Nusuk sebagai sarana utama pendaftaran. Calon jemaah dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi maupun situs resmi. Mereka cukup mengisi data pribadi, memilih paket perjalanan, serta menentukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga :  Survei LSI: Mayoritas Warga Siap Bela Negara Jika Terjadi Perang

Setelah itu, sistem langsung memproses permohonan secara otomatis. Jemaah juga dapat melakukan pembayaran secara elektronik tanpa harus datang ke kantor layanan. Pemerintah sengaja menghadirkan sistem ini untuk mempercepat proses administrasi sekaligus meningkatkan transparansi.

Selain itu, pemerintah mewajibkan seluruh penyedia layanan haji untuk terdaftar secara resmi di platform tersebut. Langkah ini bertujuan mencegah praktik penipuan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

Kuota Tetap Jadi Faktor Penentu

Meski membuka kesempatan bagi jemaah lama, pemerintah tidak memberikan jaminan keberangkatan. Mereka tetap menyesuaikan jumlah penerimaan dengan kuota yang tersedia. Jika kuota sudah terpenuhi, sistem akan otomatis menutup pendaftaran.

Kementerian Haji dan Umrah secara tegas menyampaikan bahwa kebijakan ini bersifat selektif. Mereka ingin memastikan bahwa lebih banyak umat Islam memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji setidaknya sekali seumur hidup.

Baca Juga :  Kejagung Geledah Puluhan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Ekspor CPO

Dengan demikian, jemaah yang sudah pernah berhaji harus bersaing dalam mendapatkan sisa kuota yang tersedia. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menciptakan keseimbangan antara kesempatan dan keadilan.

Upaya Modernisasi Layanan Haji

Pemerintah Arab Saudi terus mendorong modernisasi layanan haji melalui digitalisasi. Mereka tidak hanya mempercepat proses pendaftaran, tetapi juga meningkatkan pengawasan terhadap distribusi kuota.

Melalui sistem digital seperti Nusuk, pemerintah dapat memantau seluruh proses secara real-time. Mereka juga dapat mengelola data jemaah dengan lebih akurat serta mengurangi potensi kesalahan administratif.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah Arab Saudi berupaya menghadirkan layanan yang lebih efisien, aman, dan transparan bagi seluruh jemaah di dunia.

Dengan dibukanya gelombang kedua ini, pemerintah berharap sisa kuota haji 2026 dapat terserap secara maksimal tanpa mengabaikan prinsip keadilan bagi umat Islam.***

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB