Jemarionline – Pemerintah melalui Istana menegaskan belum akan menarik pasukan TNI dari misi perdamaian di Lebanon. Keputusan ini diambil meski situasi keamanan di wilayah tersebut sedang memanas.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan evaluasi. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan untuk menarik pasukan dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Semua langkah akan dipertimbangkan secara matang, termasuk aspek keselamatan prajurit dan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Sebelumnya, muncul berbagai usulan agar pasukan TNI ditarik dari Lebanon. Desakan ini muncul setelah beberapa prajurit gugur dalam serangkaian insiden di wilayah konflik tersebut.
Meski demikian, pemerintah tetap berhati-hati. Indonesia masih berkomitmen dalam misi perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keikutsertaan TNI dinilai sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas global.
Di sisi lain, situasi keamanan di Lebanon memang menjadi perhatian serius. Panglima TNI bahkan telah menginstruksikan prajurit untuk membatasi aktivitas di luar markas dan tetap berada di bunker demi keselamatan.
Pemerintah memastikan bahwa keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama. Evaluasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta koordinasi dengan pihak PBB.
Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait penarikan pasukan. Pemerintah masih memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.









