Komisi III DPR Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus bersama Kapolda Metro Jaya dan Kuasa Hukum

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Eva Safitri/detikcom.

Foto: Eva Safitri/detikcom.

Jemarionlinwe – Komisi III DPR RI menggelar rapat bersama Kapolda Metro Jaya, perwakilan Polri, dan kuasa hukum korban kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Pertemuan ini digelar untuk memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan profesional.

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan penegak hukum lain. Mereka juga menekankan perlunya menghormati hak asasi manusia selama proses hukum berlangsung.

Baca Juga :  Terombang-ambing 345 Km, Jasad ABK Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano

Dalam rapat, anggota Komisi III DPR menyoroti perlunya pengawasan dari panitia kerja (panja) yang dibentuk khusus untuk mengawal proses hukum kasus ini. Panja akan memantau tahap penyidikan, penetapan tersangka, hingga proses persidangan.

Polda Metro Jaya menjamin penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan terverifikasi, sesuai prosedur hukum dan arahan pimpinan Polri. Polisi juga telah membentuk tim gabungan untuk memperkuat penyidikan dan memeriksa semua bukti.

Baca Juga :  Gibran Rakabuming Raka Minta Hakim Ad Hoc Dilibatkan di Sidang Kasus Air Keras Andrie Yunus

Kasus penyiraman ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut kekerasan terhadap aktivis dan hak asasi manusia. Komisi III DPR menegaskan bahwa proses hukum harus adil, terbuka, dan tidak ada pihak yang diistimewakan.

Berita Terkait

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis
Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla
KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten
Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul
Dana Bencana BNPB Dikorupsi, KPK Jerat Pejabat Internal dan Rekanan Swasta
Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK
Mangkir Lagi, Menteri ATR BPN Nusron Terancam Dijemput Paksa KPK Terkait Kasus Suap Summarecon
Daftar 10 Jenderal Bintang Empat TNI Polri Aktif Era Prabowo
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:02 WIB

KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Dana Bencana BNPB Dikorupsi, KPK Jerat Pejabat Internal dan Rekanan Swasta

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB