Jemarionline.com, Sungai Penuh – Masyarakat wilayah adat Depati Payung Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, kembali menggelar tradisi pelepasan calon jemaah haji (CJH) dengan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi perpaduan antara nilai keagamaan dan kearifan lokal yang terus dijaga hingga kini.
Acara berlangsung di Masjid Agung Pondok Tinggi dan dihadiri tokoh adat, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang turut memberikan doa dan dukungan kepada para calon jemaah.
Rangkaian Prosesi Adat
Tradisi ini diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan prosesi adat berupa “parno adat”, yakni penyampaian pesan-pesan budaya yang sarat makna. Suasana semakin haru saat lantunan “tale naik joi” mengiringi pelepasan jemaah.
Sebanyak 32 calon jemaah haji dilepas secara resmi. Tradisi ini menjadi simbol harapan masyarakat agar para jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Kenduri dan Kebersamaan
Tidak hanya prosesi adat, kegiatan ini juga diisi dengan kenduri atau makan bersama. Hidangan khas seperti nasi ibat disajikan sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat Pondok Tinggi.
Momen ini memperkuat hubungan sosial antarwarga sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji.
Tradisi yang Terus Dilestarikan
Tradisi pelepasan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Selain bernilai religius, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas warga.
Pemerintah Kota Sungai Penuh turut mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.









