Prajurit TNI Penyerang Andrie Dinilai Harus Diadili di Peradilan Umum

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit TNI Penyerang Andrie Dinilai Harus Diadili di Peradilan Umum

Prajurit TNI Penyerang Andrie Dinilai Harus Diadili di Peradilan Umum

Jakarta – Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menyatakan bahwa prajurit TNI yang terlibat dalam penyerangan terhadap Andrie Yunus seharusnya diproses melalui peradilan umum.

Menurut PSHK, penanganan perkara tidak cukup melihat status pelaku sebagai anggota militer. Yang lebih penting adalah jenis tindak pidana yang dilakukan.

Tindak Pidana Tidak Terkait Tugas Militer

PSHK menjelaskan bahwa kasus penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus tidak memiliki hubungan dengan tugas atau fungsi militer.

Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan kriminal biasa. Artinya, pelaku bertindak sebagai individu, bukan dalam kapasitas sebagai prajurit TNI.

Baca Juga :  Cara Bayar Pajak STNK Lewat SIGNAL, Kini Bisa Dilakukan dari Rumah

Karena itu, kasus ini dinilai lebih tepat ditangani dalam sistem peradilan umum.

Gunakan Prinsip Yurisdiksi Fungsional

Dalam penjelasannya, PSHK mengacu pada prinsip yurisdiksi fungsional. Prinsip ini menekankan bahwa pengadilan militer hanya berwenang menangani perkara yang berkaitan langsung dengan tugas kedinasan militer.

Jika tidak ada kaitan dengan tugas tersebut, maka proses hukum seharusnya dilakukan di pengadilan sipil.

Sejalan dengan Standar Internasional

PSHK juga menilai, pendekatan ini sejalan dengan praktik hukum internasional. Banyak lembaga global membatasi kewenangan peradilan militer hanya untuk kasus internal militer.

Baca Juga :  Prabowo Kritik Kolusi Aparat dan Kapitalis saat Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Dalam kasus yang melibatkan warga sipil sebagai korban, peradilan umum dinilai lebih tepat untuk menjamin keadilan dan transparansi.

Empat Prajurit TNI Jadi Tersangka

Sebelumnya, empat prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat militer dan menyangkut isu perlindungan terhadap aktivis HAM.

Berita Terkait

Sah Masuk APBN 2027, Ini Daftar Gaji PPPK Golongan I hingga XVII
MA Batalkan Suket SMA Gibran, PDI-P dan PKS Galang Suara DPR
Putusan MA Soal Suket Gibran, Gerindra Buka Suara
BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis
Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla
KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten
Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul
Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:05 WIB

Sah Masuk APBN 2027, Ini Daftar Gaji PPPK Golongan I hingga XVII

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, PDI-P dan PKS Galang Suara DPR

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Putusan MA Soal Suket Gibran, Gerindra Buka Suara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Berita Terbaru

Infografik prakiraan cuaca di 11 kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi untuk hari Senin, 2 November, memuat rincian kondisi cuaca, ikon, serta rentang suhu udara.(poto: AI).

Daerah

Cuaca Jambi Senin: Sejumlah Daerah Hujan dan Udara Kabur

Senin, 2 Nov 2026 - 07:11 WIB

Ponsel lipat mewah Samsung Galaxy W27 varian biru dan merah beraksen emas resmi meluncur di China.(Foto: dok.jemarionline.com)

Teknologi

Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, Usung Bodi Emas dan Satelit

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:43 WIB

Petugas memperagakan stasiun Flash Charging 1.500 kW BYD bersama mobil listrik di ajang PEVS 2026. (dok.jemarionline.com)

OTOMOTIF

BYD Rilis Flash Charging 1.500 kW di Indonesia

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:35 WIB