NasDem Soal Wacana Potong Gaji Pejabat: Apa Efektif Selamatkan APBN?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Faiq Hidayat/detikcom

Foto: Faiq Hidayat/detikcom

JemarionlinePartai NasDem menanggapi wacana pemotongan gaji pejabat negara sebagai langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global.

Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyatakan bahwa ide tersebut perlu dikaji secara matang. Ia menilai, kebijakan ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Menurutnya, pemotongan gaji memang bisa menjadi simbol empati pemerintah terhadap kondisi masyarakat. Namun, dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dihitung secara menyeluruh.

Baca Juga :  Eks Kadisdik Jambi Bantah Terima Koper Rp1 Miliar dalam Sidang Korupsi DAK SMK

Sahroni juga mengingatkan adanya potensi risiko. Salah satunya adalah penurunan kinerja pejabat jika kebijakan ini tidak dirancang dengan tepat.

Selain itu, ia menilai kebijakan tersebut bisa menimbulkan efek lain, seperti meningkatnya potensi penyimpangan atau korupsi jika tidak diimbangi dengan sistem pengawasan yang kuat.

Wacana pemotongan gaji pejabat sebelumnya disinggung oleh Prabowo Subianto. Ia mencontohkan langkah serupa yang dilakukan negara lain untuk menghadapi tekanan ekonomi global.

Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya efisiensi belanja negara. Selain pemotongan gaji, pemerintah juga mempertimbangkan langkah lain seperti penghematan energi dan pembatasan fasilitas pejabat.

Baca Juga :  Demokrat Belum Tentukan Arah Pilpres 2029, PAN Tegaskan Dukungan ke Prabowo

Meski demikian, NasDem menilai bahwa efektivitas kebijakan ini masih perlu dibuktikan. Pemerintah diminta mempertimbangkan berbagai opsi lain yang dinilai lebih berdampak langsung terhadap penguatan APBN.

Sahroni menegaskan, tujuan utama tetap harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan efisiensi harus benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan sekadar simbolis.

Berita Terkait

44 Personel Yonko 463 Pasgat TNI AU Siap Bertugas di Perbatasan RI–PNG
TNI AL Gelar Latihan di Selat Singapura, Uji Hadapi Ancaman Laut
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Tidak Ada SIM Khusus Lansia 2026, Ini Penjelasan Sebenarnya
Anggota Komisi III DPR Soroti RUU Perampasan Aset Berpotensi Tabrak UUD
Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Kapasitas Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat
Gibran Rakabuming Raka Minta Hakim Ad Hoc Dilibatkan di Sidang Kasus Air Keras Andrie Yunus
Megawati Terima Dubes Arab Saudi, Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Dunia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 08:00 WIB

44 Personel Yonko 463 Pasgat TNI AU Siap Bertugas di Perbatasan RI–PNG

Sabtu, 11 April 2026 - 01:00 WIB

TNI AL Gelar Latihan di Selat Singapura, Uji Hadapi Ancaman Laut

Jumat, 10 April 2026 - 20:30 WIB

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 - 19:30 WIB

Tidak Ada SIM Khusus Lansia 2026, Ini Penjelasan Sebenarnya

Jumat, 10 April 2026 - 07:00 WIB

Anggota Komisi III DPR Soroti RUU Perampasan Aset Berpotensi Tabrak UUD

Berita Terbaru

Kemendikdasmen Rilis Aturan SPMB SMK 2026/2027, Ini Ketentuannya ( DOK.SMK NEGERI 1 Binuang )

Pendidikan

Kemendikdasmen Rilis Aturan SPMB SMK 2026/2027, Ini Ketentuannya

Sabtu, 11 Apr 2026 - 04:00 WIB