Google Gemini Masuk Pentagon Setelah Ramai Ancaman Boikot ChatGPT

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Google Gemini Masuk Pentagon Setelah Ramai Ancaman Boikot ChatGPT

Google Gemini Masuk Pentagon Setelah Ramai Ancaman Boikot ChatGPT

JAKARTATeknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin digunakan di lingkungan pemerintahan dan militer Amerika Serikat. Setelah ChatGPT menuai kontroversi karena kerja sama dengan militer, kini Google Gemini juga mulai dipakai di Pentagon.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menggunakan sistem AI tersebut melalui portal khusus bernama GenAI.mil. Platform ini membantu pegawai militer menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif.

Namun, sistem tersebut tidak digunakan untuk mengolah informasi rahasia militer.

Digunakan Sejak Desember 2025

Laporan menyebutkan bahwa platform GenAI.mil mulai digunakan sejak Desember 2025.

Sejak saat itu, jumlah penggunanya terus meningkat. Hingga kini, lebih dari 1,2 juta pegawai Departemen Pertahanan AS telah menggunakan teknologi AI tersebut.

Baca Juga :  Gelombang Gen Z dan Generasi 90-an Jadi Pemimpin AI di Perusahaan Teknologi China

Para pegawai memanfaatkan Gemini untuk berbagai tugas. Misalnya menyusun dokumen, merangkum laporan, dan membantu analisis data.

Selain itu, sistem AI ini juga mempercepat proses pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Puluhan Juta Perintah AI

Selama digunakan, sistem tersebut telah menerima sekitar 40 juta prompt atau perintah dari pengguna.

Tak hanya itu, lebih dari 4 juta dokumen juga telah diunggah ke dalam platform tersebut.

Dokumen tersebut digunakan untuk membantu proses analisis dan pengolahan informasi.

Dengan teknologi ini, banyak pekerjaan administratif bisa diselesaikan lebih cepat.

Kontroversi AI di Sektor Militer

Penggunaan AI oleh militer Amerika Serikat sebelumnya memicu kritik dari berbagai pihak.

Baca Juga :  WhatsApp Dual Account di iPhone Resmi Hadir di Indonesia, Kini Bisa Pakai Dua Nomor dalam Satu Aplikasi

Kontroversi muncul setelah OpenAI menjalin kerja sama dengan Pentagon.

Sebagian kalangan khawatir teknologi AI dapat digunakan untuk kepentingan militer yang sensitif.

Akibatnya, muncul gerakan boikot ChatGPT yang dikenal dengan nama QuitGPT.

Gerakan ini mengajak pengguna meninggalkan layanan ChatGPT sebagai bentuk protes.

Persaingan AI Semakin Ketat

Masuknya Google Gemini ke Pentagon menunjukkan persaingan teknologi AI semakin ketat.

Pemerintah Amerika Serikat kini membuka peluang bagi berbagai perusahaan teknologi untuk menyediakan sistem AI.

Selain Google dan OpenAI, beberapa perusahaan lain juga ikut bersaing dalam pengembangan AI.

Para analis menilai teknologi ini akan menjadi bagian penting dalam strategi keamanan dan pertahanan di masa depan.

Berita Terkait

3 HP Lipat Murah 2026, Mulai Rp4 Jutaan dengan Performa Kencang
Bocoran Vivo T5 Lite, Usung Kamera 50 MP dan Baterai 6.500 mAh
Kebiasaan Digital Sepele yang Bisa Membuka Celah Kejahatan Siber
Waspada Kejahatan Siber, Hindari 4 Kebiasaan Buruk Saat Browsing
Cara Lacak iPhone Mati Total yang Hilang, Bisa Lewat Find My
Pengguna Android 14, 15, dan 16 Diminta Segera Update, Ini Alasannya
Siri AI Berbayar? Ini Bocoran Biaya Langganan dari Mark Gurman
Intel Kenalkan Project Firefly, Strategi Baru Bikin Laptop Murah
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:00 WIB

3 HP Lipat Murah 2026, Mulai Rp4 Jutaan dengan Performa Kencang

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:00 WIB

Bocoran Vivo T5 Lite, Usung Kamera 50 MP dan Baterai 6.500 mAh

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kebiasaan Digital Sepele yang Bisa Membuka Celah Kejahatan Siber

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00 WIB

Waspada Kejahatan Siber, Hindari 4 Kebiasaan Buruk Saat Browsing

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Cara Lacak iPhone Mati Total yang Hilang, Bisa Lewat Find My

Berita Terbaru