Nilainya Fantastis! DPR Soroti Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nilainya Fantastis! DPR Soroti Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih

Nilainya Fantastis! DPR Soroti Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih

Jemarionline.com, Jakarta – Komisi VII DPR RI menyoroti rencana pengadaan 105.000 kendaraan untuk program Koperasi Merah Putih dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun. Proyek berskala besar ini dinilai perlu pengawasan ketat karena melibatkan anggaran yang sangat besar.

Anggota dewan meminta pemerintah menjelaskan secara rinci mekanisme pengadaan, sumber pembiayaan, serta manfaat ekonomi dari program tersebut.

DPR Minta Transparansi Pengadaan

Komisi VII menegaskan proses pengadaan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Pemerintah diminta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Baca Juga :  TNI AD Buka Suara soal Ricuh Pembongkaran Rumah di Lenteng Agung

Selain itu, DPR juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada publik, mengingat proyek ini menggunakan nilai investasi yang signifikan.

Isu Impor Kendaraan Jadi Perhatian

Rencana pengadaan kendaraan turut memunculkan perhatian terkait potensi impor unit kendaraan. Sejumlah anggota DPR mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan kepentingan industri otomotif dalam negeri.

Mereka menilai keterlibatan produsen lokal penting untuk menjaga daya saing industri nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Ditujukan Perkuat Distribusi Koperasi

Pemerintah menyebut kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung aktivitas koperasi di berbagai daerah. Armada logistik diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil produksi dan kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga :  DPR Puji Al Haris! Rp40 Miliar Digelontorkan untuk Bantu Jemaah Haji Jambi

Dengan distribusi yang lebih efisien, biaya logistik diharapkan dapat ditekan, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi kendala transportasi.

Pengawasan Jadi Kunci

Komisi VII DPR menekankan bahwa proyek ini harus melalui kajian mendalam, termasuk analisis kebutuhan riil di lapangan. Pengawasan yang kuat dinilai penting agar program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

DPR berharap pelaksanaan program dapat meningkatkan peran koperasi sekaligus memperkuat sistem distribusi nasional secara berkelanjutan.

Berita Terkait

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu
DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian
Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh dari Dalam
Nanik S Deyang Hadiri Istana Jelang Pelantikan Kepala BGN Baru
Kapolri Buka Peluang Sipil Isi Jabatan Polri Nonoperasional
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:00 WIB

Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:00 WIB

DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat

Berita Terbaru