Jemarionline – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmen dalam pembinaan warga binaan. Salah satunya melalui program pendidikan formal berbasis keagamaan.
Pada Rabu, 4 Februari 2026, Lapas Purwokerto menggelar wisuda Program Diploma 1 (D1) Teologi bagi warga binaan pemasyarakatan.
Program pendidikan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas IIA Purwokerto, Yayasan Indonesia Bangkit Bersinar, dan Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia.
Sebanyak 13 warga binaan dinyatakan lulus. Mereka mengikuti proses pendidikan selama satu tahun penuh, sejak Desember 2024 hingga Desember 2025.
Seluruh peserta telah menyelesaikan perkuliahan, ujian, dan tugas akhir sesuai kurikulum resmi Program D1 Teologi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan bahwa wisuda ini menjadi bukti lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman.
Menurutnya, lapas juga menjadi ruang untuk memperbaiki diri dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Mardi mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam program pendidikan tersebut. Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan arah pembinaan pemasyarakatan yang lebih humanis.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menilai program ini memberi dampak positif bagi warga binaan.
“Program D1 Teologi tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab,” ujar Aliandra, Kamis (5/2/2026).
Ia mengatakan perubahan sikap peserta terlihat selama proses pendidikan berlangsung. Hal ini menjadi bekal penting saat mereka kembali ke masyarakat.
Aliandra menambahkan, program pendidikan ini juga mendukung 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang pendidikan kesetaraan.
Keberhasilan program tersebut mendorong warga binaan lain untuk aktif mengikuti kegiatan pembinaan yang tersedia.
Melalui kegiatan wisuda ini, Lapas Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi warga binaan.









