Prabowo: Rockefeller Institute Nilai Program Makan Bergizi Gratis Investasi Terbaik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo saat sidak dapur Makan Bergizi Gratis beberapa waktu lalu. (Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Presiden Prabowo saat sidak dapur Makan Bergizi Gratis beberapa waktu lalu. (Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Jemarionline – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Rockefeller Institute turut mempelajari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia. Menurut Prabowo, lembaga tersebut menilai MBG sebagai investasi jangka panjang terbaik bagi suatu negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Tiga sampai empat bulan lalu, kami menerima rombongan dari Rockefeller Institute. Mereka mengatakan bahwa Makan Bergizi Gratis adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh sebuah negara,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, program MBG tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga ibu hamil, lansia, serta penyandang disabilitas. Menurutnya, program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Komitmen Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Ia menambahkan, setiap dana yang dikeluarkan untuk MBG akan memberikan dampak ekonomi yang besar. Prabowo menyebut, satu rupiah yang diinvestasikan untuk MBG dapat menghasilkan manfaat berlipat ganda.

“Satu dolar atau satu rupiah yang kita keluarkan untuk Makan Bergizi akan memberikan hasil minimal lima kali lipat. Dalam jangka panjang, nilainya bisa mencapai 30 kali lipat,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas gizi, Prabowo menyebut program MBG juga membuka sekitar satu juta lapangan kerja, khususnya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 60 juta orang dan ditargetkan meningkat menjadi 82 juta penerima dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Guru Honorer Gugat UU APBN 2026 ke MK soal Program MBG

Prabowo juga menyinggung bahwa program MBG mendapat perhatian internasional. Bahkan, menurutnya, para ahli dari Gedung Putih (White House) turut mempelajari pelaksanaan MBG di Indonesia.

“Saya sendiri kaget. Baru satu hari lalu saya dapat laporan bahwa para pakar dari White House sedang mempelajari program Makan Bergizi Gratis kita,” ucapnya.

Ia menegaskan, MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah setelah swasembada energi dan swasembada pangan. Prabowo menyebut Indonesia kini mulai menjadi contoh bagi negara lain dalam penyaluran makanan bergizi kepada masyarakat.

Berita Terkait

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu
DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian
Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh dari Dalam
Nanik S Deyang Hadiri Istana Jelang Pelantikan Kepala BGN Baru
Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Siap Dorong RUU Buruh
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:00 WIB

Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:00 WIB

DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat

Berita Terbaru