BNPB Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek hingga 3 Februari 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi operasi modifikasi cuaca (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Foto: Ilustrasi operasi modifikasi cuaca (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Jemarionline – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek hingga 3 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk merespons meningkatnya potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, pelaksanaan OMC terus disesuaikan dengan perkembangan ancaman cuaca yang dipantau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Saat ini, BNPB mengerahkan empat unit pesawat untuk mendukung operasi tersebut. OMC di Jabodetabek sendiri telah berlangsung sejak 12 Januari 2026, awalnya menggunakan satu pesawat sebelum kemudian ditambah armada seiring meningkatnya potensi hujan ekstrem.

Baca Juga :  Situasi Memburuk, TNI Diminta Berlindung di Bunker Saat Konflik Memanas

Penambahan armada dilakukan pada 23 Januari 2026 dengan mengalihkan tiga pesawat yang sebelumnya bertugas untuk operasi bencana di wilayah Sumatera. Seluruh pesawat tersebut masih beroperasi hingga akhir Januari dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi cuaca.

Dua pesawat ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, sementara dua lainnya berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Hingga saat ini, telah dilakukan ratusan penerbangan dengan puluhan ton bahan semai yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca.

Baca Juga :  WFH 1 Hari per Pekan Dikaji, Airlangga Hartarto Sebut Bisa Hemat BBM hingga 20 Persen

Sementara itu, BMKG menilai OMC di wilayah Jabodetabek menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pemantauan, intensitas curah hujan tercatat menurun sekitar 35 persen.

BMKG juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih berlanjut, mengingat secara klimatologis puncak musim hujan di wilayah Jabodetabek terjadi pada bulan Februari. Oleh karena itu, operasi modifikasi cuaca dinilai masih relevan untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana hidrometeorologi.

Berita Terkait

PP 9 Tahun 2026 Resmi Terbit: Rincian Tunjangan ASN & Pensiunan PNS
Survei LSI: Mayoritas Warga Siap Bela Negara Jika Terjadi Perang
Timnas Putri Indonesia Kalah 1-3 dari RD Kongo, Gagal ke Final
Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin
Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya
BGN Jelaskan Penggunaan Anggaran Rp113 Miliar untuk Event Organizer
Iran Tegaskan Protokol Ketat di Selat Hormuz, Termasuk Kapal Pertamina
Wacana “War Tiket Haji” Picu Perdebatan Publik
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 09:00 WIB

PP 9 Tahun 2026 Resmi Terbit: Rincian Tunjangan ASN & Pensiunan PNS

Senin, 13 April 2026 - 08:00 WIB

Survei LSI: Mayoritas Warga Siap Bela Negara Jika Terjadi Perang

Senin, 13 April 2026 - 07:00 WIB

Timnas Putri Indonesia Kalah 1-3 dari RD Kongo, Gagal ke Final

Minggu, 12 April 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama Energi dengan Putin

Minggu, 12 April 2026 - 18:00 WIB

Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya

Berita Terbaru

PPPK Satpol PP Desak Kemendagri Terbitkan Aturan Pengangkatan CPNS (dok.JPNN.COM)

Pemerintahan

PPPK Satpol PP Desak Kemendagri Terbitkan Aturan Pengangkatan CPNS

Senin, 13 Apr 2026 - 05:47 WIB