Jemarionline – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek hingga 3 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk merespons meningkatnya potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, pelaksanaan OMC terus disesuaikan dengan perkembangan ancaman cuaca yang dipantau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Saat ini, BNPB mengerahkan empat unit pesawat untuk mendukung operasi tersebut. OMC di Jabodetabek sendiri telah berlangsung sejak 12 Januari 2026, awalnya menggunakan satu pesawat sebelum kemudian ditambah armada seiring meningkatnya potensi hujan ekstrem.
Penambahan armada dilakukan pada 23 Januari 2026 dengan mengalihkan tiga pesawat yang sebelumnya bertugas untuk operasi bencana di wilayah Sumatera. Seluruh pesawat tersebut masih beroperasi hingga akhir Januari dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi cuaca.
Dua pesawat ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, sementara dua lainnya berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Hingga saat ini, telah dilakukan ratusan penerbangan dengan puluhan ton bahan semai yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca.
Sementara itu, BMKG menilai OMC di wilayah Jabodetabek menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pemantauan, intensitas curah hujan tercatat menurun sekitar 35 persen.
BMKG juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih berlanjut, mengingat secara klimatologis puncak musim hujan di wilayah Jabodetabek terjadi pada bulan Februari. Oleh karena itu, operasi modifikasi cuaca dinilai masih relevan untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana hidrometeorologi.









