Saham Indonesia Terguncang, MSCI Bekukan Perubahan Indeks: IHSG Turun Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jemarionline – Pasar saham Indonesia terguncang pada Rabu setelah MSCI (Morgan Stanley Capital International) menghentikan sementara perubahan indeks saham Indonesia. Keputusan ini memicu aksi jual besar-besaran dan menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam.

IHSG Turun dan Investor Khawatir

IHSG sempat melemah hingga 7,8% di sesi pagi dan menutup perdagangan dengan penurunan 7,1%. Investor lokal dan asing menunjukkan kekhawatiran terhadap risiko transparansi pasar modal Indonesia. MSCI menekankan adanya ketidakjelasan dalam struktur kepemilikan saham dan free float, yang bisa memengaruhi harga saham secara global.

“Sentimen negatif dari keputusan MSCI membuat investor asing melakukan aksi jual. Pasar modal kita sangat sensitif terhadap sinyal eksternal,” kata seorang analis pasar modal di Jakarta.

MSCI Bekukan Rebalancing

MSCI memutuskan menunda semua perubahan bobot dan penambahan saham hingga evaluasi ulang selesai. MSCI memberi batas waktu hingga Mei 2026 bagi pemerintah dan regulator untuk memperbaiki transparansi data saham. Jika perbaikan tidak terlihat, Indonesia bisa diturunkan statusnya menjadi frontier market, yang berdampak pada aliran modal asing.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 April 2026 Bergerak Stabil, Cek Rincian per Karat

Respons Pemerintah Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti keputusan MSCI. “Kami bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK untuk memastikan pasar modal Indonesia lebih transparan dan dapat dipercaya investor global,” ujarnya.

Baca Juga :  BI merespons pelemahan Rupiah ke Rp17.400. Simak langkah intervensi dan analisis dampaknya di sini.

Dampak di Pasar

  • Bursa Efek Indonesia sempat memberlakukan trading halt karena penurunan IHSG melewati ambang batas.

  • Panic selling menjadi pendorong utama volatilitas pasar.

  • Saham unggulan seperti BBCA, BBRI, dan TLKM turut tertekan tajam.

Langkah Investor

Investor disarankan tenang dan tidak panik. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, dan penurunan hari ini sebagian besar didorong oleh sentimen eksternal, bukan masalah ekonomi domestik.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
IHSG Balik ke Level 6.000, Investor Masih Waspadai Tekanan Pasar
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rekomendasi Kripto Hari Ini: SUI, CC, dan ZAMA Jadi Sorotan Investor
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
IHSG Terbang Lagi, 543 Saham Menguat dan Mayoritas Berada di Zona Hijau
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:00 WIB

IHSG Balik ke Level 6.000, Investor Masih Waspadai Tekanan Pasar

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Berita Terbaru