IHSG Kian Melorot ke Level 5.692, Sebanyak 588 Saham Terpantau Merah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO:ANTARA/Hafidz Mubarak A).

(FOTO:ANTARA/Hafidz Mubarak A).

Jakarta, Jemarionline.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan sesi I Jumat (5/6/2026). IHSG turun 147,63 poin atau 2,53 persen ke posisi 5.692 dan melanjutkan tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor saham. Kondisi tersebut membuat mayoritas saham bergerak di zona merah dan memperlihatkan sentimen negatif yang masih mendominasi pasar domestik.

Selain itu, pelemahan rupiah dan meningkatnya ketidakpastian global masih membebani pergerakan pasar keuangan Indonesia.

Sebanyak 588 Saham Melemah

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 588 saham mengalami penurunan harga pada sesi pertama. Sementara itu, hanya sebagian kecil saham yang berhasil mencatatkan penguatan dan sisanya bergerak stagnan.

Dominasi saham yang melemah menunjukkan investor masih cenderung melakukan aksi jual di berbagai sektor. Tekanan tersebut membuat indeks sulit keluar dari zona merah sejak awal perdagangan.

Karena itu, IHSG terus bergerak melemah hingga akhir sesi pertama.

Hampir Semua Sektor Bergerak Negatif

Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia mencatatkan penurunan selama perdagangan berlangsung.

Baca Juga :  Ujian Buat Saham BUMI, Tekanan Asing Makin Terasa

Saham sektor bahan baku, energi, industri, teknologi, hingga keuangan sama-sama mengalami tekanan. Pelemahan yang terjadi secara merata menunjukkan sentimen negatif tidak hanya menimpa saham tertentu, tetapi juga memengaruhi pasar secara keseluruhan.

Selain itu, investor juga terlihat mengurangi eksposur pada saham-saham berkapitalisasi besar yang biasanya menjadi penopang utama IHSG.

Pelemahan Rupiah Ikut Membebani Pasar

Nilai tukar rupiah yang terus berada dalam tekanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.

Pelemahan mata uang nasional meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan prospek kinerja emiten yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor maupun utang dalam mata uang asing.

Karena itu, banyak pelaku pasar memilih bersikap lebih hati-hati sambil menunggu perkembangan kondisi ekonomi global.

Sentimen Global Masih Menekan

Selain faktor domestik, pasar juga menghadapi tekanan dari berbagai sentimen global.

Ketegangan geopolitik, penguatan dolar AS, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global masih memengaruhi arus modal di berbagai negara berkembang. Kondisi tersebut membuat investor lebih selektif dalam menempatkan dana mereka.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Akibatnya, pasar saham Indonesia ikut merasakan dampak dari perubahan sentimen global tersebut.

Investor Cermati Langkah Pemerintah dan BI

Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Investor berharap kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi dapat membantu menenangkan pasar serta memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, pelaku pasar juga terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan kondisi pasar global.

Karena itu, arah pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan masih sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal maupun kebijakan domestik.

Tekanan Pasar Masih Berlanjut

Dalam beberapa pekan terakhir, IHSG mengalami volatilitas yang cukup tinggi.

Bahkan pada perdagangan sebelumnya, indeks sempat menyentuh level yang lebih rendah sebelum akhirnya mengurangi sebagian pelemahannya menjelang penutupan. Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih mencari titik keseimbangan baru di tengah berbagai ketidakpastian yang berlangsung saat ini.

Selain itu, tingginya aktivitas jual beli saham menunjukkan investor masih aktif merespons berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik global. (man)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Rp2,55 Juta
10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Rp2,55 Juta

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB