Mendikdasmen Percepat Pembangunan Kelas Darurat untuk Siswa Terdampak Banjir Aceh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Jemarionline – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mempercepat pembangunan kelas darurat dan sekolah baru bagi siswa terdampak banjir di Aceh Utara. Langkah ini bertujuan agar proses belajar mengajar tetap berjalan aman dan nyaman pasca-bencana.

Kelas Darurat untuk Pembelajaran Sementara

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pembangunan kelas darurat menjadi prioritas sementara sebelum gedung sekolah permanen selesai dibangun.

“Untuk sekolah yang rusak parah, siswa akan tetap belajar di kelas darurat sambil menunggu konstruksi gedung baru selesai,” ujar Abdul saat meninjau SDN 9 Tanah Jambo Aye, Rabu.

Pembangunan Bertahap dan Pendanaan

Pemerintah menyiapkan pendanaan revitalisasi sekolah rusak ringan dan sedang melalui anggaran 2026. Sementara sekolah rusak berat akan dibangun kembali sebagai unit baru.

Baca Juga :  Safari Jumat, Wali Kota Alfin Ajak Warga Sambut Ramadan

Proses pembangunan dilakukan bertahap, setelah verifikasi lokasi bersama pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dari risiko banjir berulang.

Pembelajaran Tetap Berjalan

Di SDN 9 Tanah Jambo Aye, Kepala Sekolah Suryani melaporkan, meski gedung nyaris roboh, pembelajaran tetap berlangsung di tenda darurat.

  • Jumlah siswa terdampak: 130 siswa kelas 1–6

  • Jadwal belajar: Masuk pukul 08.00, pulang lebih awal karena suhu panas

  • Metode: Kurikulum darurat, fokus pada mata pelajaran inti

“Meskipun fasilitas terbatas, antusiasme siswa tetap tinggi dan kehadiran relatif stabil,” kata Suryani.

Harapan Pembangunan Gedung Baru

Suryani berharap pembangunan gedung baru dapat segera direalisasikan.

“Pak Menteri menyampaikan, untuk sementara akan dibangun sekolah darurat dalam jangka satu tahun, baru kemudian gedung sekolah baru dibangun kembali,” tambahnya.

Dengan kelas darurat dan pembangunan bertahap, anak-anak terdampak banjir di Aceh Utara dapat belajar di ruang yang aman dan layak, meski masa transisi menuju sekolah permanen masih berlangsung.

Berita Terkait

Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya
SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP
Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Pelangsir Pertalite Diamankan Polres Kerinci, Polisi Tindak Tegas
Perlindungan Sosial Kerinci Diperkuat, Kejaksaan dan BPJS Turut Mengawal
Kejari Sungai Penuh Ikut Evaluasi Kinerja Datun, Perkuat Pelayanan Hukum
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WIB

Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:00 WIB

SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:00 WIB

Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan

Berita Terbaru