Jemarionline – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mempercepat pembangunan kelas darurat dan sekolah baru bagi siswa terdampak banjir di Aceh Utara. Langkah ini bertujuan agar proses belajar mengajar tetap berjalan aman dan nyaman pasca-bencana.
Kelas Darurat untuk Pembelajaran Sementara
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pembangunan kelas darurat menjadi prioritas sementara sebelum gedung sekolah permanen selesai dibangun.
“Untuk sekolah yang rusak parah, siswa akan tetap belajar di kelas darurat sambil menunggu konstruksi gedung baru selesai,” ujar Abdul saat meninjau SDN 9 Tanah Jambo Aye, Rabu.
Pembangunan Bertahap dan Pendanaan
Pemerintah menyiapkan pendanaan revitalisasi sekolah rusak ringan dan sedang melalui anggaran 2026. Sementara sekolah rusak berat akan dibangun kembali sebagai unit baru.
Proses pembangunan dilakukan bertahap, setelah verifikasi lokasi bersama pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dari risiko banjir berulang.
Pembelajaran Tetap Berjalan
Di SDN 9 Tanah Jambo Aye, Kepala Sekolah Suryani melaporkan, meski gedung nyaris roboh, pembelajaran tetap berlangsung di tenda darurat.
-
Jumlah siswa terdampak: 130 siswa kelas 1–6
-
Jadwal belajar: Masuk pukul 08.00, pulang lebih awal karena suhu panas
-
Metode: Kurikulum darurat, fokus pada mata pelajaran inti
“Meskipun fasilitas terbatas, antusiasme siswa tetap tinggi dan kehadiran relatif stabil,” kata Suryani.
Harapan Pembangunan Gedung Baru
Suryani berharap pembangunan gedung baru dapat segera direalisasikan.
“Pak Menteri menyampaikan, untuk sementara akan dibangun sekolah darurat dalam jangka satu tahun, baru kemudian gedung sekolah baru dibangun kembali,” tambahnya.
Dengan kelas darurat dan pembangunan bertahap, anak-anak terdampak banjir di Aceh Utara dapat belajar di ruang yang aman dan layak, meski masa transisi menuju sekolah permanen masih berlangsung.









