Polda Jabar Catat 10 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua, 6 Sudah Teridentifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Longsor di Cisarua (Foto: ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)

Ilustrasi. Longsor di Cisarua (Foto: ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)

Jemarionline – Polda Jawa Barat mencatat sebanyak sepuluh kantong jenazah korban bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang saat ini berada di pos Disaster Victim Identification (DVI). Dari jumlah tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan, “Dari 10 kantong jenazah yang ada di pos DVI, enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, sementara tiga lainnya masih dalam proses identifikasi.” (Antara, Sabtu, 24/1/2026)

Proses Identifikasi Masih Berlanjut

Hendra menjelaskan, proses identifikasi terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bekerja sama dengan tim SAR gabungan, meskipun terkendala cuaca ekstrem. Beberapa bagian tubuh korban sudah dapat dicocokkan dengan sidik jari dan saat ini sedang diperiksa menggunakan data ante-mortem (sebelum meninggal) dan post-mortem (setelah meninggal).

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cetak SKP ASN Melalui e-Kinerja BKN, Ini Langkah Mudahnya

“Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi dengan pembanding sidik jari. Sementara kaki dan bagian tubuh lain masih dalam proses identifikasi melalui data ante-mortem dan post-mortem,” tambah Hendra.

Jumlah Korban Hilang Masih Signifikan

Selain proses identifikasi, pencarian korban longsor juga masih menghadapi kendala akibat kondisi cuaca di lokasi. Berdasarkan laporan terbaru dari posko pengaduan pukul 16.00 WIB, sekitar 71 orang masih dilaporkan hilang.

Baca Juga :  Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Hadapi Tantangan Awal 2026

Bantuan Logistik untuk Korban

Polda Jabar juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan mendirikan dapur lapangan untuk memudahkan penyediaan makanan bagi para pengungsi. Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban korban terdampak bencana.

Proses identifikasi dan pencarian korban terus menjadi fokus utama aparat kepolisian bersama tim SAR gabungan hingga seluruh korban ditemukan dan terdata secara lengkap.

Berita Terkait

Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya
SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP
Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Pelangsir Pertalite Diamankan Polres Kerinci, Polisi Tindak Tegas
Perlindungan Sosial Kerinci Diperkuat, Kejaksaan dan BPJS Turut Mengawal
Kejari Sungai Penuh Ikut Evaluasi Kinerja Datun, Perkuat Pelayanan Hukum
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:00 WIB

Posyandu Merangin Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Desa, Ini Strateginya

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:00 WIB

SPMB Kerinci 2026 Dibuka 22 Juni, Catat Jadwal Pendaftaran SD dan SMP

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ketua MUI Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi MUI Sungai Penuh, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:00 WIB

BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:00 WIB

Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan

Berita Terbaru