OJK Tegaskan WNI Scammer di Kamboja Bukan Korban TPPO

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OJK Tegaskan WNI Scammer di Kamboja Bukan Korban TPPO

OJK Tegaskan WNI Scammer di Kamboja Bukan Korban TPPO

Jemarionline,Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di jaringan penipuan daring (online scam) di Kamboja tidak dapat serta-merta dikategorikan sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Penegasan ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Menurut Mahendra, keterlibatan WNI dalam aktivitas penipuan daring menunjukkan adanya peran aktif dalam kejahatan terorganisir lintas negara. Oleh karena itu, status mereka lebih tepat diposisikan sebagai pelaku tindak kriminal, bukan korban.

Mahendra menyampaikan pandangannya saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Ia mengaku tidak sepenuhnya sependapat dengan anggapan bahwa seluruh WNI yang bekerja di pusat-pusat penipuan online di Kamboja merupakan korban eksploitasi.

Ia menilai, para WNI tersebut terlibat langsung dalam operasional penipuan yang menyasar masyarakat luas, termasuk korban dari dalam negeri. Keterlibatan itu, kata Mahendra, tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab hukum.

Baca Juga :  Hukum-Hukum Jual Beli dalam Islam

Lebih lanjut, Mahendra menyesalkan munculnya persepsi publik yang justru memosisikan para pelaku penipuan tersebut sebagai korban atau bahkan diperlakukan layaknya pahlawan ketika kembali ke Indonesia. Padahal, aktivitas yang mereka jalankan di luar negeri secara nyata merupakan tindak kejahatan.

Meski demikian, Mahendra tetap menegaskan adanya pengecualian. Jika seorang pekerja migran terbukti direkrut melalui penipuan, dipaksa, atau tidak mengetahui jenis pekerjaan yang akan dijalani, maka barulah yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai korban TPPO.

Ribuan WNI Laporkan Diri ke KBRI Phnom Penh

Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat lonjakan signifikan jumlah WNI yang keluar dari lokasi penipuan daring di Kamboja. Hingga Rabu (21/1/2026), tercatat 1.726 WNI melapor ke KBRI setelah meninggalkan sindikat penipuan online.

Baca Juga :  Waspadai Penipuan Mengatasnamakan E-Tilang, Ini Ciri dan Cara Konfirmasi Resminya

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa penghitungan dilakukan sejak 16 Januari 2026, karena pada tanggal tersebut terjadi peningkatan tajam jumlah laporan yang masuk.

Para WNI tersebut berasal dari berbagai lokasi operasi penipuan daring di Kamboja dan mendatangi KBRI untuk melaporkan kondisi mereka serta meminta pendampingan.

Dampak Instruksi Perdana Menteri Kamboja

Gelombang keluarnya para pekerja penipuan online ini dipicu oleh langkah tegas pemerintah Kamboja. Perdana Menteri Hun Manet menginstruksikan aparat penegak hukum untuk memberantas sindikat penipuan daring di seluruh wilayah negara tersebut.

Operasi besar-besaran dilakukan dengan menargetkan tokoh utama dan pengendali jaringan penipuan. Penangkapan terhadap sejumlah pimpinan sindikat menyebabkan banyak jaringan penipuan membubarkan diri, sehingga para pekerja ditinggalkan dan memilih keluar dari lokasi operasi.

Situasi tersebut kemudian mendorong ribuan WNI mendatangi KBRI Phnom Penh dalam waktu relatif singkat.

 

Berita Terkait

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB