Indonesia dan Arab Saudi Sepakati Investasi USD 27 Miliar di Sektor Kesehatan & Ekonomi 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Indonesia dan Putra Mahkota Arab Saudi dalam pertemuan bilateral menghasilkan kesepakatan investasi USD 27 miliar di sektor kesehatan dan ekonomi 2026.
(Credit Image: Al Arabiya)

Presiden Indonesia dan Putra Mahkota Arab Saudi dalam pertemuan bilateral menghasilkan kesepakatan investasi USD 27 miliar di sektor kesehatan dan ekonomi 2026. (Credit Image: Al Arabiya)

Jemarionline — Indonesia dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan investasi USD 27 miliar. Kesepakatan ini fokus pada sektor kesehatan, farmasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Investasi ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka lapangan kerja baru. Kesepakatan ditandatangani dalam pertemuan bilateral di Istana Al‑Salam, Jeddah.

Fokus Investasi

  1. Teknologi Kesehatan

    • Peningkatan layanan medis untuk jamaah haji dan umrah.

    • Modernisasi fasilitas kesehatan.

  2. Farmasi & Vaksin

    • Pembangunan pabrik vaksin dan farmasi strategis.

    • Dukungan untuk industri kesehatan nasional.

  3. Pengembangan SDM

    • Pelatihan tenaga kerja sektor kesehatan dan teknologi medis.

    • Peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan industri masa depan.

Baca Juga :  Gejolak Timur Tengah, RI Alihkan Impor LPG Demi Jaga Stok Tetap Aman

Pihak kedua negara menekankan kerja sama ini sebagai bagian dari strategi menguatkan posisi Indonesia sebagai tujuan investasi internasional. Investor menilai langkah ini positif karena Indonesia menunjukkan stabilitas politik dan ekonomi.

Kesepakatan ini juga diharapkan meningkatkan kerja sama layanan kesehatan haji dan umrah, sehingga kualitas pelayanan bagi jamaah Indonesia lebih baik.

Baca Juga :  BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah

Para ekonom menilai investasi ini sebagai sinyal kuat pasar global. Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi investasi utama, khususnya di sektor kesehatan dan teknologi strategis.

Kesimpulan:
Kesepakatan investasi USD 27 miliar menandai tonggak penting hubungan bilateral Indonesia-Arab Saudi. Fokus pada teknologi kesehatan, farmasi, dan SDM akan mendorong pertumbuhan ekonomi, peluang kerja baru, dan posisi Indonesia di kancah investasi global pada 2026.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru