Pesawat ATR 42 Hilang Kontak di Makassar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Pesawat PK-THT dilaporkan hilang kontak saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
(Foto: JetPhotos)

Ilustrasi pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Pesawat PK-THT dilaporkan hilang kontak saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. (Foto: JetPhotos)

Jemarionline – Pesawat jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), hilang kontak di sekitar kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat itu hilang kontak setelah diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar untuk melakukan pendaratan di landasan pacu 21 Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Tapi pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, berdasarkan pernyataan resmi yang diterima pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca Juga :  Konflik Internasional Kian Memanas di Awal 2026

Lukman menjelaskan, ATC Makassar kemudian menyampaikan beberapa instruksi lanjutan. Instruksi itu bertujuan membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

“Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact). Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat Detresfa (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” jelas Lukman.

Lukman menyebutkan, informasi awal terkait kondisi cuaca saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer. Kondisi di sekitar area dilaporkan sedikit berawan.

Baca Juga :  OTT KPK Ungkap Praktik Korupsi di KPP Jakarta Utara, Gaji dan Tunjangan Pegawai Pajak Jadi Sorotan

“AirNav Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (Notam) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue),” kata Lukman.

Jumlah orang di dalam pesawat dilaporkan sebanyak 10 orang. Rinciannya terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang. Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG). Pilot in Command atau Pilot yang Bertugas adalah Capt. Andy Dahananto.

Berita Terkait

Puluhan Siswa dan Guru SDN 2 Kanigoro Madiun Diduga Keracunan MBG
Kerahkan Drone Thermal, Tim Gabungan Atasi Karhutla Banjarbaru
Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:32 WIB

Puluhan Siswa dan Guru SDN 2 Kanigoro Madiun Diduga Keracunan MBG

Rabu, 9 September 2026 - 14:03 WIB

Kerahkan Drone Thermal, Tim Gabungan Atasi Karhutla Banjarbaru

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Berita Terbaru

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tebo Arief Haryoko.(poto: jambiprima.com).

Daerah

Jumlah Warga Miskin Desil 1 Kabupaten Tebo Meningkat

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:17 WIB