Gerindra DKI Pertanyakan Solusi Banjir Kiriman di Jakarta Barat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rani Mauliani (Dok. DPRD DKI)

Foto: Rani Mauliani (Dok. DPRD DKI)

Jemarionline – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, Rani Mauliani, menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait banjir di Jakarta Barat (Jakbar) yang disebut paling parah karena kiriman air dari kota penyangga seperti Tangerang dan Tangerang Selatan.

Rani mempertanyakan apakah banjir kiriman ke Jakarta bisa dialihkan atau dikelola agar tidak selalu membebani wilayah ibu kota.

“Memang, seperti yang kita ketahui, banjir di Jakarta yang terparah sebagian besar berasal dari kiriman kota penyangga, misalnya Bogor dan Kali di Tangerang,” ujar Rani saat dihubungi, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga :  KPK Tetapkan Dua Tersangka dalam OTT di Cilacap

Solusi Bersama Antar Daerah

Rani menekankan pentingnya kerjasama antara Jakarta dan daerah penyangga untuk menangani masalah banjir. Ia menilai Jakarta seharusnya tidak selalu menjadi pihak yang menanggung dampak banjir kiriman.

“Permasalahan banjir sebaiknya dicari solusinya bersama-sama. Jangan sampai Jakarta terus-menerus terbebani, tapi bagaimana antisipasi bisa dilakukan bersama sehingga tidak ada lagi istilah banjir kiriman,” jelas Rani.

Pengalihan Banjir ke Waduk atau Danau

Lebih lanjut, Rani mempertanyakan kemungkinan pengalihan banjir sebelum sampai ke Jakarta. Ia mengusulkan agar air hujan dialihkan ke waduk atau danau untuk menampung curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Peningkatan Program Energi Terbarukan Dorong Ketahanan Energi Nasional

“Sebelum dikirim ke Jakarta, apakah mungkin dialihkan ke waduk atau danau atau sejenisnya yang bisa menampung air akibat hujan tinggi,” tambahnya.

Pernyataan Gubernur DKI

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa Jakbar menjadi wilayah terdampak banjir paling parah karena kiriman air dari hulu, terutama Tangerang dan Tangerang Selatan.

“Kenapa Jakarta Barat paling parah? Yang pertama karena memang kiriman dari hulunya, kali ini datang dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya,” kata Pramono saat meninjau lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Sabtu (24/1).

Berita Terkait

Satgas PKH Ungkap PT PMM Tolak Uji Kontainer Rare Earth di Batam
Stupa dan Batuan Candi Ditemukan di Boyolali, Jejak Permukiman Kuno Terungkap
19 Mobil Golf di Mina Siaga Bantu Jemaah Lansia Saat Lontar Jumrah
Jadwal Kepulangan Haji NTB 2026 Sudah Keluar, Kloter Pertama Tiba 1 Juni
97.853 Penumpang Padati Soetta H+1 Idul Adha, Arus Masih Ramai
SIM Mati Ternyata Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru, Ini Syarat Lengkapnya
MUI Nilai Kurban Prabowo lewat APBN Tetap Sah
Prabowo Shalat Id di Paris, Didit Ikut Mendampingi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Satgas PKH Ungkap PT PMM Tolak Uji Kontainer Rare Earth di Batam

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:10 WIB

19 Mobil Golf di Mina Siaga Bantu Jemaah Lansia Saat Lontar Jumrah

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:00 WIB

Jadwal Kepulangan Haji NTB 2026 Sudah Keluar, Kloter Pertama Tiba 1 Juni

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:00 WIB

97.853 Penumpang Padati Soetta H+1 Idul Adha, Arus Masih Ramai

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:00 WIB

SIM Mati Ternyata Bisa Diperpanjang Tanpa Bikin Baru, Ini Syarat Lengkapnya

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB