Ombudsman Awasi Anggaran Karhutla Daerah Usai Dana Puluhan Miliar Mengucur

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua ORI Nuzran Joher pantau tes kesehatan calon taruna Poltekimipas di RS Bhayangkara Brimob, Depok, Rabu (14/10/2026).(poto: kompas.com).

Ketua ORI Nuzran Joher pantau tes kesehatan calon taruna Poltekimipas di RS Bhayangkara Brimob, Depok, Rabu (14/10/2026).(poto: kompas.com).

Jakarta, Jemarionline.com – Ombudsman Republik Indonesia memperketat pengawasan terhadap realisasi anggaran penanganan karhutla daerah di berbagai wilayah rawan bencana. Lembaga pengawas pelayanan publik ini menyoroti langsung kucuran dana jumbo yang mengalir ke daerah demi mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher menyampaikan penegasan tersebut saat mengunjungi RS Bhayangkara Brimob di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026). Pihaknya memantau pemanfaatan dana puluhan miliar rupiah agar penggunaannya benar-benar tepat sasaran.

Nuzran mencontohkan Provinsi Jambi yang telah menerima gelontoran dana lebih dari Rp30 miliar untuk kebutuhan penanggulangan karhutla. Ombudsman ingin memastikan besaran dana publik tersebut berbanding lurus dengan kesigapan aparat di garis depan pemadaman.

Lembaga ini menuntut pemerintah daerah dan instansi terkait bekerja lebih taktis saat mengelola dana darurat tersebut. Petugas lapangan wajib menunjukkan respons cepat demi menekan laju kebakaran yang terus meluas.

Tantangan Medan Gambut Memperparah Bahaya Asap Karhutla

Meski menuntut transparansi anggaran, Ombudsman tetap memahami tingginya tingkat kesulitan teknis saat memadamkan kobaran api di lapangan. Kebakaran pada lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra keras karena api sering kali menyusup hingga ke lapisan tanah dalam.

Baca Juga :  Terancam Dirumahkan, 9.000 PPPK di NTT Disiapkan Skema KUR agar Bisa Jadi Pengusaha

Bara api gambut kerap bertahan di kedalaman beberapa meter meski permukaan tanah terlihat sudah padam. Kondisi inilah yang memicu asap pekat terus mengepul dan membubung ke permukiman warga di sekitarnya.

Nuzran mengingatkan bahwa ancaman kabut asap kini kian membahayakan keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat luas. Sejumlah warga di daerah terpapar bahkan mulai mengeluhkan gangguan radang tenggorokan akut hingga sesak napas berat.

Dampak buruk kebakaran hutan juga memicu kerusakan lingkungan hidup yang parah serta kerugian materiil bernilai fantastis. Selain gangguan kesehatan, kabut asap tebal menurunkan jarak pandang pengemudi hingga memicu kecelakaan lalu lintas beruntun di jalan raya.

Warga Dapat Mengadukan Kinerja Aparat Tangani Bencana

Guna mengoptimalkan fungsi kontrol publik, Ombudsman membuka pintu pengaduan seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat yang menemukan kejanggalan di lapangan. Masyarakat berhak melaporkan kelambanan kinerja aparat maupun dugaan maladministrasi dalam penanganan bencana asap ini.

Baca Juga :  Dari Bantuan hingga Aspirasi, Kunjungan Tito Karnavian di Aceh Tamiang Soroti Pemulihan Warga

Nuzran menegaskan pihaknya ingin menyerap aspirasi warga terkait efektivitas kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kolaborasi kedua pihak tersebut harus berjalan padu dan tidak boleh saling melempar tanggung jawab penanganan.

Ombudsman berjanji menindaklanjuti setiap aduan publik yang masuk terkait kinerja lamban petugas maupun indikasi penyimpangan dana penanggulangan karhutla. Pengawasan aktif dari masyarakat akan mempercepat pemulihan ruang hidup yang bebas dari kepungan kabut asap beracun.

Lembaga pengawas ini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini hingga seluruh titik api padam sepenuhnya. Pemerintah daerah kini dituntut membuktikan komitmen kerja nyata di lapangan sebanding dengan besarnya anggaran yang mereka terima.(ar)

Berita Terkait

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis
Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla
KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten
Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul
Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK
Daftar 10 Jenderal Bintang Empat TNI Polri Aktif Era Prabowo
Skema Pensiun ASN 2027 Berubah Langsung Masuk Rekening, PT Taspen Nyatakan Kesiapan Penuh
Menkop Pastikan Penyaluran Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih Mulai Direalisasikan Tahun Ini
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:02 WIB

KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB