Madiun, jemarionline.com – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis menimpa puluhan murid serta tenaga pengajar di SDN 2 Kanigoro, Kota Madiun. Peristiwa medis darurat ini terjadi usai para korban mengonsumsi sajian makan siang di sekolah pada Rabu pekan ini.
Dinas Pendidikan Kota Madiun mencatat sebanyak 30 siswa dan dua orang guru mengeluhkan rasa pusing serta mual. Petugas medis langsung melarikan seluruh korban ke Puskesmas Sukosari dan RSUD Kota Madiun untuk mendapatkan perawatan secepatnya.
Gejala Mual Muntah hingga Guru Sempat Pingsan
Gejala keracunan muncul tidak lama setelah para korban menyantap menu yang terdiri dari tahu bulat, sate, dan udang. Rasa pusing hebat bahkan membuat seorang guru mendadak tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Petugas fasilitas kesehatan segera memberikan tindakan medis darurat kepada seluruh korban yang berdatangan. Beberapa siswa dengan kondisi relatif stabil sudah mendapatkan izin pulang dan dijemput oleh orang tua masing-masing.
Pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif seperti pemasangan infus langsung mendapat rujukan ke RSUD Kota Madiun. Pihak rumah sakit terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para korban yang masih menjalani rawat inap.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun memastikan penanganan seluruh korban menjadi prioritas utama pihak sekolah dan dinas. Pihaknya berkoordinasi erat dengan tenaga medis demi menjamin keselamatan anak-anak serta guru yang terdampak.
Sampel Makanan MBG Dikirim ke Laboratorium Surabaya
Tim surveilans Dinas Kesehatan Kota Madiun bergerak cepat mengambil sampel sisa sajian makanan di lokasi. Petugas langsung mengirimkan sampel hidangan tersebut ke laboratorium di Kota Surabaya untuk menjalani uji klinis.
Dinas Kesehatan mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab pasti dari insiden ini. Kepastian mengenai kandungan berbahaya di dalam makanan baru bisa terungkap setelah hasil uji laboratorium resmi keluar.
Hingga saat ini, pihak penyedia hidangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi belum memberikan keterangan resmi. Pemerintah daerah terus mengawal kasus ini agar penanganan korban dan penyelidikan berjalan transparan sampai tuntas.(ar)









