Warga Minta PT SMM Ditutup Permanen atau Relokasi Warga Pelawan Jaya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Pelawan Jaya tolak keberadaan PT SMM. (Foto/Ist/Rahmat/metro7.co.id)

Warga Pelawan Jaya tolak keberadaan PT SMM. (Foto/Ist/Rahmat/metro7.co.id)

Sarolangun, Jemarionline.comPT SMM Ditutup Permanen menjadi tuntutan utama warga Pelawan Jaya, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Mereka meminta pemerintah menutup operasional perusahaan secara permanen atau merelokasi warga yang tinggal di sekitar kawasan pabrik. Warga menilai asap dan bau yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan masih mengganggu lingkungan serta aktivitas sehari-hari.

Permintaan tersebut muncul setelah polemik dugaan pencemaran lingkungan kembali menjadi perhatian masyarakat. Sebelumnya, warga telah beberapa kali menggelar aksi dan bahkan sempat memblokade Jalan Lintas Sumatera sebagai bentuk protes. Saat itu, Pemerintah Kabupaten Sarolangun menghentikan sementara operasional PT SMM.

Baca Juga :  Haji Jambi Tetap Berangkat 5 Mei 2026, Tak Ada yang Mundur Meski Isu Perang Timur Tengah

Warga Pertanyakan Operasional PT SMM

Aliansi Masyarakat Pelawan Jaya mengajukan dua tuntutan kepada pemerintah.

Pertama, mereka meminta pemerintah menutup operasional PT SMM secara permanen apabila aktivitas perusahaan menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Kedua, mereka meminta pemerintah merelokasi warga yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan apabila PT SMM tetap beroperasi.

Pemerintah Beri Kepastian

Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai status operasional PT SMM.

Selain itu, warga juga mengajak pemerintah daerah dan pihak perusahaan membuka dialog bersama agar semua pihak dapat mencari solusi atas persoalan tersebut.

Baca Juga :  Kejati Jambi Ungkap Proyek Jalan Mangkrak Sejak 2011, Uang Negara Diduga Terbuang

Dugaan Pemberian Uang

Muhammad Masa’duddin juga menyampaikan dugaan bahwa sejumlah warga menerima uang antara Rp400 ribu hingga Rp800 ribu setelah menyerahkan fotokopi KTP sebagai bentuk persetujuan terhadap operasional perusahaan.

Namun, hingga berita ini terbit, PT SMM maupun pihak berwenang belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan tersebut. Saat ini, informasi itu masih bersumber dari pernyataan koordinator aksi warga.

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Nasabah Bank Mandiri KCP Pemenang Masih Tunggu Klarifikasi Resmi
Seleksi Ketua Umum ICF Jambi Diperpanjang hingga 6 Juli 2026, Belum Ada Pendaftar
Pekan Budaya Luhah Datuk Singarapi Putih Meriah, Ribuan Warga Padati Acara
Dishub Sungai Penuh Siapkan Regulasi Baru untuk Tingkatkan Retribusi Parkir
Dugaan Praktik Calo di Imigrasi Kerinci Jadi Sorotan, Ini Tuntutannya
Jemaah Haji Kloter 23 Kota Sungai Penuh Tiba, Disambut Haru Keluarga
Monadi Izinkan Desa Pinjam Lahan Pemda demi Gerai Kopdes
Pergelaran Seni Budaya Kenduri Sko Sukses Memukau Warga Sungai Penuh
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:00 WIB

Warga Minta PT SMM Ditutup Permanen atau Relokasi Warga Pelawan Jaya

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:00 WIB

Dugaan Penipuan Nasabah Bank Mandiri KCP Pemenang Masih Tunggu Klarifikasi Resmi

Senin, 29 Juni 2026 - 14:00 WIB

Seleksi Ketua Umum ICF Jambi Diperpanjang hingga 6 Juli 2026, Belum Ada Pendaftar

Senin, 29 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pekan Budaya Luhah Datuk Singarapi Putih Meriah, Ribuan Warga Padati Acara

Senin, 29 Juni 2026 - 12:00 WIB

Dishub Sungai Penuh Siapkan Regulasi Baru untuk Tingkatkan Retribusi Parkir

Berita Terbaru

Nothing Phone (4b). ANTARA/Nothing

Teknologi

Nothing Phone 4b Pakai Snapdragon 6 Gen 4

Selasa, 30 Jun 2026 - 20:00 WIB