Babak Baru Harga Emas Terungkap, Pakar Prediksi Arah Pekan Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)

Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)

Jakarta, Jemarionline.com – Babak Baru Harga Emas mulai menjadi perhatian para pelaku pasar setelah sejumlah analis memprediksi pergerakan logam mulia akan memasuki fase yang lebih fluktuatif pada pekan depan. Meski harga emas sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, para pakar menilai peluang kenaikan masih terbuka apabila sentimen global kembali mendukung.

Selain dipengaruhi kondisi geopolitik, harga emas juga bergerak mengikuti arah dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral AS, serta perubahan minat investor terhadap aset safe haven. Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati berbagai perkembangan global sebelum mengambil keputusan investasi.

Pakar Prediksi Harga Bergerak Fluktuatif

Sejumlah analis memperkirakan harga emas tidak akan bergerak dalam satu arah pada pekan depan.

Baca Juga :  UMKM Digital Terus Tumbuh, Penjualan Online Meningkat Awal 2026

Sebaliknya, harga berpotensi naik maupun turun mengikuti perkembangan data ekonomi global dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Oleh sebab itu, investor perlu mewaspadai volatilitas yang masih cukup tinggi.

Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penentu

Penguatan dolar AS masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed juga berpotensi mengubah arah pergerakan emas. Ketika dolar menguat dan suku bunga tetap tinggi, sebagian investor cenderung mengalihkan dana ke aset berbunga sehingga permintaan emas dapat melemah.

Geopolitik Masih Berpengaruh

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat mendorong kenaikan harga emas.

Apabila konflik global kembali meningkat atau risiko ekonomi bertambah besar, investor biasanya meningkatkan pembelian emas sebagai aset lindung nilai. Karena itu, perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian utama pasar.

Baca Juga :  OJK Dorong Penguatan BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024–2027 untuk Dukung UMKM

Investor Perlu Cermati Level Penting

Analis juga mengingatkan investor untuk memperhatikan level support dan resistance.

Apabila harga mampu bertahan di area support, peluang pemulihan akan semakin terbuka. Namun, apabila tekanan jual terus meningkat, harga emas masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek.

Strategi bagi Investor

Investor jangka panjang masih dapat mempertimbangkan emas sebagai salah satu instrumen diversifikasi.

Meski demikian, investor jangka pendek sebaiknya menunggu konfirmasi arah pasar sebelum menambah atau mengurangi kepemilikan emas. Dengan strategi tersebut, investor dapat mengelola risiko dengan lebih baik di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Sepekan, Buyback Anjlok Rp20 Ribu per Gram
Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Ditunda, Ini Alasan Kemenhub
Harga Bitcoin Anjlok, Investor Mulai Beralih ke Opsi Lindung Nilai
Harga Emas Masih Tertekan, Pakar Prediksi Bisa Turun ke Level Ini
OJK Tertibkan Financial Influencer, Pelanggar Terancam Denda Rp15 Miliar
Harga Kripto Hari Ini 24 Juni 2026, Bitcoin Turun ke Rp1,13 Miliar
IHSG Ditutup Anjlok 3,56% ke 5.883, Investor Dibayangi Tekanan Pasar
Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 09:00 WIB

Babak Baru Harga Emas Terungkap, Pakar Prediksi Arah Pekan Depan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:00 WIB

Harga Emas Antam Turun Sepekan, Buyback Anjlok Rp20 Ribu per Gram

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:00 WIB

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Ditunda, Ini Alasan Kemenhub

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:00 WIB

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Mulai Beralih ke Opsi Lindung Nilai

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Masih Tertekan, Pakar Prediksi Bisa Turun ke Level Ini

Berita Terbaru

(Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Nasional

BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?

Senin, 29 Jun 2026 - 10:00 WIB