Mega Proyek Tanggul dan Normalisasi Batang Merao Rp22 M Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Siasatinfo.co.id

Foto: Siasatinfo.co.id

Kerinci, Jemarionline.com – Proyek pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao di Kerinci dan Sungai Penuh kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah menggunakan dana APBN untuk membiayai proyek tersebut. Nilai proyek mencapai sekitar Rp22 miliar.

Pemerintah menjalankan proyek ini untuk mengurangi risiko banjir. Selama bertahun-tahun, Sungai Batang Merao kerap meluap dan merendam sejumlah wilayah di Kerinci dan Sungai Penuh. Karena itu, masyarakat menaruh perhatian besar terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung.

Proyek Bernilai Puluhan Miliar Rupiah

Dokumen pengadaan menunjukkan pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Batang Merao memiliki pagu sekitar Rp15,28 miliar. Pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut melalui APBN tahun 2026.

Baca Juga :  Sekda Sungai Penuh Menghadiri Peresmian Ninik Mamak Adat Luhah Pemangku Rajo Periode 2026–2028

Selain membangun tanggul, pemerintah juga melakukan normalisasi sungai. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air. Dengan kapasitas yang lebih besar, sungai dapat menampung debit air lebih banyak saat musim hujan.

Warga Soroti Kualitas Pekerjaan

Sejumlah warga menyoroti kualitas pekerjaan di lapangan. Mereka berharap kontraktor mengutamakan mutu pekerjaan selama proses pembangunan berlangsung.

Warga juga meminta pengawasan yang ketat dari instansi terkait. Menurut mereka, proyek ini harus menghasilkan infrastruktur yang kuat dan tahan terhadap debit air tinggi.

Batang Merao Memiliki Riwayat Banjir

Sungai Batang Merao memiliki riwayat banjir yang cukup panjang. Saat curah hujan meningkat, kapasitas sungai sering tidak mampu menampung aliran air.

Baca Juga :  Ribuan Warga Sungai Penuh Antusias Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Presiden

Akibatnya, air meluap ke permukiman warga dan lahan pertanian. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menjalankan berbagai program pengendalian banjir dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Dorong Pengendalian Banjir

Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mengusulkan penanganan banjir kepada pemerintah pusat. Selain normalisasi sungai, pemerintah juga mengusulkan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.

Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih baik dari ancaman banjir. Selain itu, pemerintah juga ingin mengurangi kerugian yang sering muncul saat musim penghujan.

Berita Terkait

UNJA dan IAIN Kerinci Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi
Gaji 13 ASN Sungai Penuh Belum Cair, ASN Pertanyakan Keterlambatan
Kemenkum Jambi Perkuat Perlindungan Kopi Arabika Sungai Penuh Lewat Indikasi Geografis
Kota Sungai Penuh Resmi Kantongi Status Kawasan Cagar Alam Geologi
Pemkab Merangin Naikkan Tarif Listrik Perusahaan, Tindak Lanjuti Temuan BPK
Sidak Puskesmas Tanah Kampung, Alfin Murka Temukan Sampah dan Puntung Rokok
Tokoh Adat Enam Luhah Siapkan Gelar Kehormatan untuk Wali Kota Alfin
Kemenag Sungai Penuh Ikuti CKG, Perkuat Layanan Kesehatan Pegawai
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:00 WIB

UNJA dan IAIN Kerinci Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:00 WIB

Gaji 13 ASN Sungai Penuh Belum Cair, ASN Pertanyakan Keterlambatan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kemenkum Jambi Perkuat Perlindungan Kopi Arabika Sungai Penuh Lewat Indikasi Geografis

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kota Sungai Penuh Resmi Kantongi Status Kawasan Cagar Alam Geologi

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Naikkan Tarif Listrik Perusahaan, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Berita Terbaru

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB