Demo “Surabaya Menggugat” di Grahadi, Massa Sampaikan Tiga Tuntutan ke Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demonstrasi di Taman Apsari, Gedung Grahadi Surabaya pada Senin (15/6/2026) lalu.( poto : kompas.com )

Aksi demonstrasi di Taman Apsari, Gedung Grahadi Surabaya pada Senin (15/6/2026) lalu.( poto : kompas.com )

Surabaya, jemarionline.com – Demo Surabaya Menggugat menjadi sorotan saat ratusan masyarakat sipil menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (22/6/2026). Aksi ini melibatkan sekitar 150 peserta dari mahasiswa, pekerja, akademisi, hingga organisasi nonpemerintah.

Massa mengusung tema “Surabaya Menggugat” dengan tagline “Reformasi Indonesia”. Mereka menilai pemerintah belum menjawab berbagai persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat.

Sebelum menuju lokasi aksi utama, peserta berkumpul di kawasan Taman Bambu Runcing sekitar pukul 13.00 WIB. Dari titik tersebut, massa bergerak melakukan long march menuju Jalan Gubernur Suryo.

Pergerakan massa berlangsung tertib dengan pengawalan di beberapa titik. Mereka berjalan sambil membawa orasi dan menyuarakan tuntutan di sepanjang rute menuju Gedung Negara Grahadi.

Kritik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Koordinator aksi, Raiha Annes, menyampaikan bahwa aksi ini muncul sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah. Ia menilai sejumlah kebijakan belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga :  Prabowo Kritik Kolusi Aparat dan Kapitalis saat Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Raiha menyoroti kondisi demokrasi, penegakan hukum, hingga perlindungan hak asasi manusia. Ia juga menyinggung tata kelola lingkungan dan kesejahteraan sosial yang dinilai belum mengalami perbaikan signifikan.

Menurut Raiha, berbagai persoalan tersebut berdampak pada menurunnya kepercayaan publik. Ia menilai kondisi itu tidak hanya menyangkut kebijakan, tetapi juga kualitas demokrasi secara umum.

“Pemerintahan Prabowo-Gibran telah gagal menjalankan mandat tersebut,” ujar Raiha dalam orasinya.

Dalam orasi yang disampaikan di lokasi aksi, Raiha menilai telah terjadi krisis legitimasi politik. Ia mengaitkan kondisi itu dengan kegagalan pemerintah dalam menjalankan mandat konstitusional.

Ia menyebut persoalan yang muncul tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga struktural. Menurutnya, sistem politik dan representasi publik perlu mendapat perhatian serius.

Raiha menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan langkah konkret untuk memperbaiki kondisi tersebut. Ia mendorong penguatan kembali prinsip negara hukum dan perlindungan hak warga negara.

Tiga Tuntutan Utama Massa Aksi

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama yang menjadi inti pergerakan mereka.

Baca Juga :  Mahasiswa UGM Ungkap Alasan Aksi di GIK Saat Diskusi Pejabat Negara, Soroti Ketidakpercayaan ke Pemerintah

Pertama, mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan. Tuntutan ini mereka sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban politik.

Kedua, massa meminta pembentukan pemerintahan transisi sesuai mekanisme konstitusional yang merujuk pada Pasal 8 ayat (3) UUD 1945. Mereka menilai langkah ini dapat membantu pemulihan demokrasi dan transparansi pemerintahan.

Ketiga, mereka mendorong perubahan mendasar terhadap sistem politik nasional. Massa menilai sistem yang ada belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Aksi berlangsung di kawasan Gedung Negara Grahadi yang selama ini menjadi salah satu pusat penyampaian aspirasi publik di Surabaya. Massa tetap menyampaikan orasi secara terbuka selama aksi berlangsung.

Kegiatan ini menambah daftar aksi masyarakat sipil di berbagai daerah dengan isu serupa. Mereka menyoroti kebijakan publik, demokrasi, dan arah pemerintahan nasional.(ar)

Berita Terkait

Pengantin Wanita Kabur Sehari Setelah Menikah di Thailand, Terungkap Masih Bersuami dan Punya Anak
SIM Keliling Jakarta Hari Ini Hadir di 5 Lokasi, Cek Jadwal, Syarat, dan Biaya Perpanjangan
Kecelakaan Bus Jemaat HKBP di Batam: 1 Tewas, Belasan Luka di Pantai New Melur
Mahasiswa UGM Ungkap Alasan Aksi di GIK Saat Diskusi Pejabat Negara, Soroti Ketidakpercayaan ke Pemerintah
Perbaikan Jalan Tol Jagorawi: Daftar Titik Pekerjaan Rekonstruksi hingga 22 Juni 2026
BKSDA Lampung Pasang Kandang Jebak di Tanggamus Usai Laporan Kemunculan Diduga Beruang Madu
Suami Istri Tersambar Petir di Simalungun, Istri Tewas Saat Berteduh di Perkebunan
Jadwal Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini, Cek 14 Lokasi dan Syarat Bayar PKB
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 08:47 WIB

Demo “Surabaya Menggugat” di Grahadi, Massa Sampaikan Tiga Tuntutan ke Pemerintah

Senin, 22 Juni 2026 - 08:21 WIB

Pengantin Wanita Kabur Sehari Setelah Menikah di Thailand, Terungkap Masih Bersuami dan Punya Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 08:16 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Hadir di 5 Lokasi, Cek Jadwal, Syarat, dan Biaya Perpanjangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:20 WIB

Kecelakaan Bus Jemaat HKBP di Batam: 1 Tewas, Belasan Luka di Pantai New Melur

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:01 WIB

Mahasiswa UGM Ungkap Alasan Aksi di GIK Saat Diskusi Pejabat Negara, Soroti Ketidakpercayaan ke Pemerintah

Berita Terbaru