Sungai Penuh, Jemarionline.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Tanjung Bajure. Hasil pemantauan pada 19 Juni 2026 menunjukkan sebagian besar komoditas pangan masih berada dalam kondisi stabil.
Petugas mencatat harga beras, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula konsumsi, minyak goreng, tepung terigu, dan garam tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
Harga Beras Tetap Stabil
Petugas pasar mencatat harga beras masih berada pada kisaran Rp13.000 hingga Rp16.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan beras di Kota Sungai Penuh masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Selain beras, pedagang juga mempertahankan harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Karena itu, masyarakat belum menghadapi lonjakan harga yang signifikan menjelang akhir Juni 2026.
Harga Cabai Merah Keriting Turun
Pemantauan terbaru menunjukkan harga cabai merah keriting mengalami penurunan sebesar Rp3.000 per kilogram.
Pedagang sebelumnya menjual cabai merah keriting seharga Rp48.000 per kilogram. Kini harga komoditas tersebut turun menjadi Rp45.000 per kilogram. Penurunan ini memberi kabar baik bagi konsumen dan pelaku usaha kuliner.
Selain membantu masyarakat menghemat pengeluaran, penurunan harga cabai juga berpotensi menekan laju inflasi daerah.
Ikan Tongkol Ikut Mengalami Penurunan
Harga ikan tongkol juga menunjukkan tren penurunan pada periode yang sama.
Pedagang sebelumnya menawarkan ikan tongkol dengan harga Rp35.000 per kilogram. Namun saat ini harga tersebut turun menjadi Rp30.000 per kilogram atau berkurang Rp5.000 per kilogram.
Penurunan harga ikan tongkol memberikan alternatif sumber protein yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah Terus Pantau Pasokan
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh terus melakukan pemantauan harga secara berkala.
Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin menjaga kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berupaya mengantisipasi potensi gejolak harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Karena itu, petugas akan terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional maupun pusat distribusi pangan.
Stabilitas Harga Bantu Kendalikan Inflasi
Harga pangan yang stabil memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi daerah.
Ketika harga kebutuhan pokok terkendali, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah. Selain itu, stabilitas harga juga membantu pemerintah mengendalikan tekanan inflasi daerah.
Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan dalam beberapa pekan ke depan.









