Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Strategis di Sektor Perdagangan, Energi, dan Pertanian

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber ydt/humas ekon

Sumber ydt/humas ekon

Jakarta, jemarionline.com – Pemerintah Indonesia dan Rusia menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk memperkuat kerja sama strategis di sektor perdagangan, energi, dan pertanian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan tersebut dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia–Rusia di Kazan, Rusia.

Kedua negara membahas langkah konkret untuk memperluas hubungan ekonomi di tengah perubahan situasi global yang terus berkembang.

Tiga Sektor Jadi Fokus Utama Pembahasan

Indonesia dan Rusia memfokuskan pembahasan pada tiga sektor utama, yaitu perdagangan, energi, dan pertanian. Kedua pihak menilai ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dalam sektor perdagangan, Indonesia mendorong peningkatan ekspor produk nasional ke pasar Rusia. Di sisi lain, Rusia membuka peluang kerja sama investasi dan penguatan rantai pasok antara kedua negara.

Pada sektor energi, kedua negara membahas peluang kerja sama energi konvensional dan energi baru terbarukan. Indonesia juga menyoroti pentingnya diversifikasi sumber energi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga :  Daftar Negara Berkembang Paling Rentan Krisis Minyak, Ada Indonesia

Sementara itu, pada sektor pertanian, kedua negara membahas peluang peningkatan perdagangan komoditas seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan produk perikanan.

Airlangga Dorong Implementasi Kerja Sama

Menko Airlangga Hartarto menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil pertemuan. Ia meminta seluruh kesepakatan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi langsung masuk ke tahap pelaksanaan.

Airlangga juga mendorong penguatan koordinasi melalui sembilan kelompok kerja (working groups) yang sudah terbentuk. Kelompok ini akan mengawal pelaksanaan teknis kerja sama di masing-masing sektor.

Indonesia Dorong Perluasan Akses Pasar

Indonesia mendorong perluasan akses pasar untuk produk unggulan nasional ke Rusia. Pemerintah melihat peluang besar pada sektor agrikultur, industri pengolahan, dan komoditas ekspor lainnya.

Selain itu, Indonesia mengajak pelaku usaha Rusia untuk meningkatkan investasi di sektor energi, industri, dan infrastruktur.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat daya saing ekspor nasional di pasar global.

Rusia Tunjukkan Minat Perkuat Hubungan Ekonomi

Rusia menyampaikan minat untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Pemerintah Rusia melihat Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara dengan potensi ekonomi yang terus berkembang.

Baca Juga :  Prabowo Dorong Ekonomi Biru untuk Perkuat Sektor Kelautan Nasional

Rusia juga mendorong peningkatan keterlibatan pelaku usaha dalam berbagai sektor kerja sama bilateral.

Hubungan Ekonomi Indonesia dan Rusia Terus Berkembang

Indonesia dan Rusia terus memperkuat hubungan ekonomi melalui berbagai forum kerja sama bilateral dan multilateral. Kedua negara aktif membahas peluang perdagangan dan investasi di berbagai sektor.

Pemerintah Indonesia juga mendorong kerja sama dalam kerangka Eurasian Economic Union (EAEU) untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk nasional.

Fokus pada Hasil Konkret

Pemerintah Indonesia menargetkan agar seluruh hasil pertemuan dapat menghasilkan kerja sama nyata. Tim teknis dari kedua negara akan menindaklanjuti hasil kesepakatan melalui mekanisme yang sudah disiapkan.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap kerja sama Indonesia–Rusia tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung.

Berita Terkait

Ekonomi RI Tetap Tangguh, DBS Revisi Proyeksi Pertumbuhan 2026
Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP
Pemerintah Tunda Pajak Pedagang Online, Fokus Tunggu Ekonomi Menguat
Rupiah Terus Melemah, Bank Mulai Jual Dolar di Atas Rp17.700 per US$
Respons Bos Danantara Jelang Pengumuman MSCI, Pasar Saham RI Bersiap Hadapi Rebalancing Besar
BTN dan MKP Bangun Ekosistem Wisata Digital Terpadu di Bali
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.395 per Dolar AS, Konflik Global Tekan Pasar
Pemutihan PBB Depok, Denda Dihapus 100 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:00 WIB

Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Strategis di Sektor Perdagangan, Energi, dan Pertanian

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00 WIB

Ekonomi RI Tetap Tangguh, DBS Revisi Proyeksi Pertumbuhan 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:12 WIB

Tim Ekonomi Pancasila Ajukan RUUPN dalam Audiensi di KSP

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:00 WIB

Pemerintah Tunda Pajak Pedagang Online, Fokus Tunggu Ekonomi Menguat

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mulai Jual Dolar di Atas Rp17.700 per US$

Berita Terbaru