Gaji ke-13 ASN Sungai Penuh Belum Cair, Ribuan Pegawai Mulai Resah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: WAKO ALFIN

Foto: WAKO ALFIN

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh masih menunggu pencairan gaji ke-13 hingga Sabtu (20/6/2026). Kondisi tersebut memicu keresahan karena sejumlah daerah lain telah lebih dulu menyalurkan hak para pegawai.

Di berbagai kantor pemerintahan, para ASN mulai membahas keterlambatan pencairan gaji ke-13. Banyak pegawai berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait jadwal pembayaran.

ASN Mulai Pertanyakan Jadwal Pencairan

Sejumlah ASN mengaku belum menerima gaji ke-13 hingga pertengahan Juni 2026. Karena itu, mereka mulai mempertanyakan jadwal pencairan yang hingga kini belum mereka ketahui secara pasti.

Menurut informasi yang beredar, sekitar 3.000 ASN bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa keterlambatan pencairan berdampak pada ribuan pegawai dan keluarga mereka.

Selain itu, sebagian ASN telah merencanakan penggunaan gaji ke-13 untuk kebutuhan pendidikan anak, pembayaran cicilan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kerinci Sudah Menyalurkan Gaji ke-13

Banyak ASN membandingkan kondisi di Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten Kerinci yang telah menyalurkan gaji ke-13 lebih awal.

Baca Juga :  Disiplin ASN Jambi Diperketat, Pelanggar Terancam Pemecatan

Perbedaan waktu pencairan tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan pegawai. Mereka ingin mengetahui faktor yang menyebabkan proses pencairan di Kota Sungai Penuh berjalan lebih lambat.

Karena itu, para ASN berharap pemerintah daerah segera menjelaskan perkembangan proses administrasi yang berkaitan dengan pembayaran gaji ke-13.

Pemerintah Pusat Pastikan Gaji ke-13 Tetap Ada

Pemerintah pusat memastikan seluruh ASN tetap menerima gaji ke-13 pada tahun 2026.

Pemerinth juga membantah berbagai informasi yang menyebut adanya penghapusan atau pemangkasan gaji ke-13. Melalui kebijakan yang telah ditetapkan, pemerintah ingin menjaga daya beli ASN sekaligus mendukung perputaran ekonomi nasional.

Karena itu, para ASN di berbagai daerah hanya menunggu proses pencairan sesuai mekanisme yang berlaku.

Keterlambatan Gaji Pernah Terjadi

Kota Sungai Penuh pernah menghadapi persoalan keterlambatan pembayaran hak ASN pada awal tahun 2026.

Saat itu, sejumlah OPD mengalami kendala administrasi sehingga proses pembayaran gaji berjalan lebih lambat dari biasanya. Pemerintah kemudian menyelesaikan proses tersebut dan menyalurkan hak pegawai setelah seluruh tahapan administrasi selesai.

Baca Juga :  Dua Pejabat Strategis Pemkot Sungai Penuh Pilih Pensiun Dini

Pengalaman tersebut membuat sebagian ASN berharap pemerintah dapat mempercepat penyelesaian proses pencairan gaji ke-13 tahun ini.

ASN Harapkan Transparansi Informasi

Banyak pegawai meminta pemerintah daerah menyampaikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan pencairan gaji ke-13.

Mereka menilai penjelasan resmi akan membantu mengurangi berbagai spekulasi yang berkembang di lingkungan ASN maupun masyarakat.

Selain itu, kepastian informasi juga membantu para pegawai menyusun rencana keuangan keluarga dengan lebih baik.

Karena itu, ASN berharap pemerintah segera memberikan keterangan resmi mengenai jadwal pencairan dan proses yang sedang berjalan.

Dampak Keterlambatan Mulai Terasa

Sebagian ASN mengaku mulai merasakan dampak keterlambatan pencairan tersebut.

Banyak pegawai biasanya memanfaatkan gaji ke-13 untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru. Selain itu, sebagian ASN juga mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan rumah tangga dan keperluan lainnya.

Karena itu, keterlambatan pencairan membuat sebagian pegawai harus menyesuaikan kembali perencanaan keuangan mereka.

Berita Terkait

Tema Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Usung Masyarakat Adat yang Beradab
Residivis Curanmor di Kerinci Dilumpuhkan Polisi, Sempat Melawan Saat Ditangkap
Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2026
DPRD Jambi Tekankan Langkah Tegas Usai Audit Forensik Bank Jambi
Persiapan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Makin Matang, Ribuan Warga Siap Hadir
56 Pejabat Pemkot Sungai Penuh Dilantik, Rotasi dan Promosi Jabatan Dilakukan
Imigrasi Kerinci Buka Rincian Biaya Paspor, Ini Tarif Resmi Terbaru 2026
APBD Terbatas, Merangin Gandeng Swasta untuk Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:00 WIB

Tema Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Usung Masyarakat Adat yang Beradab

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:00 WIB

Residivis Curanmor di Kerinci Dilumpuhkan Polisi, Sempat Melawan Saat Ditangkap

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pembangunan RSUD Kerinci Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:09 WIB

DPRD Jambi Tekankan Langkah Tegas Usai Audit Forensik Bank Jambi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:00 WIB

Persiapan Kenduri Sko Sungai Penuh 2026 Makin Matang, Ribuan Warga Siap Hadir

Berita Terbaru