Mahasiswa UGM Ungkap Alasan Aksi di GIK Saat Diskusi Pejabat Negara, Soroti Ketidakpercayaan ke Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para mahasiswa UGM usai menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) saat acara diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara.( poto : kompas.com )

Para mahasiswa UGM usai menyampaikan pernyataan sikap terkait aksi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) saat acara diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara.( poto : kompas.com )

Yogyakarta, jemarionline.com – Aksi mahasiswa UGM di GIK menjadi sorotan setelah ratusan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap alasan di balik aksi protes dalam forum diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada Senin (15/6/2026).

Mereka menyebut aksi tersebut muncul dari rasa muak dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Mahasiswa menegaskan bahwa tindakan mereka bukan tanpa latar belakang. Mereka menyebut akumulasi kekecewaan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat menjadi pemicu utama aksi tersebut.

Aksi Bermula dari Informasi Kehadiran Pejabat

Mahasiswa menjelaskan bahwa aksi berawal dari informasi mengenai kedatangan sejumlah pejabat negara ke kampus UGM untuk menghadiri forum diskusi.

Para pejabat tersebut antara lain Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Setelah informasi itu beredar, sejumlah mahasiswa langsung berkumpul dan menyuarakan penolakan. Mereka mengaku telah lama menyimpan kekecewaan terhadap berbagai kebijakan yang mereka nilai tidak berpihak kepada rakyat.

Baca Juga :  Eks Penyidik KPK Sebut Sejumlah Kepala Daerah Tinggal Menunggu Waktu Terjerat Kasus Korupsi

Mahasiswa kemudian memasuki lokasi acara di GIK dan mengikuti jalannya forum. Namun, mereka menilai diskusi tidak berjalan sesuai harapan awal.

Kritik terhadap Format Diskusi

Mahasiswa menilai forum tersebut tidak memberikan ruang dialog yang seimbang. Mereka menganggap acara lebih banyak menampilkan capaian pemerintah di banding membuka ruang pertukaran gagasan secara setara.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan lebih lanjut di kalangan peserta aksi. Mereka menilai forum kehilangan fungsi sebagai ruang diskusi substantif yang seharusnya menghadirkan kritik dan pandangan yang berimbang.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Balairung UGM pada Rabu (17/6/2026), mahasiswa menegaskan bahwa apa yang terjadi di GIK merupakan bentuk ekspresi ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Mahasiswa menyebut kemarahan yang muncul dalam aksi tersebut lahir dari akumulasi persoalan yang mereka soroti. Mereka menyinggung berbagai isu seperti dugaan praktik korupsi, penggusuran, hingga tindakan penangkapan yang mereka nilai sebagai bentuk kekerasan terhadap masyarakat.

Baca Juga :  DPR Apresiasi Prabowo Copot Pimpinan BGN, Dasco: Pemerintah Respons Aspirasi Publik

Salah satu mahasiswa, Sarah, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan respons terhadap kondisi yang mereka anggap terus berulang. Ia menegaskan bahwa ketidakpuasan itu sudah lama tumbuh di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa juga mempertanyakan ruang kebebasan berpendapat di tengah kebijakan yang mereka nilai semakin menekan kelompok masyarakat tertentu. Mereka menilai situasi tersebut memperkuat rasa tidak percaya terhadap pemerintah.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menegaskan bahwa aksi di GIK bukan sekadar letupan emosi sesaat. Mereka memandang aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap kondisi sosial dan politik yang sedang berlangsung.

Mahasiswa berharap kritik yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian publik dan pemerintah. Mereka menekankan pentingnya ruang dialog yang lebih terbuka, setara, dan tidak sekadar menampilkan pencapaian sepihak.

Aksi ini kemudian menjadi bagian dari dinamika kampus yang mencerminkan respons kritis mahasiswa terhadap isu kebijakan publik yang mereka anggap berdampak luas pada masyarakat.(ar)

Berita Terkait

Perbaikan Jalan Tol Jagorawi: Daftar Titik Pekerjaan Rekonstruksi hingga 22 Juni 2026
BKSDA Lampung Pasang Kandang Jebak di Tanggamus Usai Laporan Kemunculan Diduga Beruang Madu
Suami Istri Tersambar Petir di Simalungun, Istri Tewas Saat Berteduh di Perkebunan
Jadwal Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini, Cek 14 Lokasi dan Syarat Bayar PKB
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:01 WIB

Mahasiswa UGM Ungkap Alasan Aksi di GIK Saat Diskusi Pejabat Negara, Soroti Ketidakpercayaan ke Pemerintah

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00 WIB

Perbaikan Jalan Tol Jagorawi: Daftar Titik Pekerjaan Rekonstruksi hingga 22 Juni 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00 WIB

BKSDA Lampung Pasang Kandang Jebak di Tanggamus Usai Laporan Kemunculan Diduga Beruang Madu

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Suami Istri Tersambar Petir di Simalungun, Istri Tewas Saat Berteduh di Perkebunan

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:50 WIB

Jadwal Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini, Cek 14 Lokasi dan Syarat Bayar PKB

Berita Terbaru