Yuan Semakin Banyak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksi di Perbankan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: REUTERS / Fatima El-Kareem

Foto: REUTERS / Fatima El-Kareem

Jakarta, Jemarionline.com – Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan yuan China dalam sistem keuangan Indonesia. Langkah ini muncul seiring meningkatnya aktivitas perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, BI menyesuaikan sistem perbankan agar transaksi lintas negara berjalan lebih cepat dan efisien.

BI Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal

BI memperkuat skema Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat.

Dengan skema ini, pelaku usaha dapat langsung menggunakan rupiah dan yuan dalam transaksi perdagangan bilateral.

Selanjutnya, BI mendorong bank-bank nasional untuk memperluas layanan transaksi yuan agar lebih mudah diakses oleh pelaku usaha.

Baca Juga :  Pemutihan PBB Depok, Denda Dihapus 100 Persen

Transaksi Yuan Makin Luas di Perbankan

BI membuka akses lebih besar bagi penggunaan yuan di sistem perbankan domestik.

Saat ini, transaksi dapat dilakukan melalui beberapa instrumen, seperti:

  • transaksi spot
  • swap mata uang
  • kontrak forward
  • deposito valas

Selain itu, pelaku usaha kini dapat bertransaksi dengan mitra China tanpa perlu selalu menukar ke dolar AS terlebih dahulu.

DHE SDA Juga Bisa Gunakan Yuan

BI juga memperluas kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA.

Eksportir kini dapat menyimpan dana dalam bentuk yuan di bank domestik.

Dengan kebijakan ini, BI memberi fleksibilitas lebih besar kepada pelaku ekspor dalam mengelola devisa mereka.

Perdagangan Indonesia–China Semakin Kuat

Hubungan perdagangan Indonesia dan China terus mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Skema Baru, Pertamina dan BLU Bisa Impor Minyak dari Rusia hingga AS

Di sisi lain, kedua negara memperkuat kerja sama dalam sistem pembayaran lintas batas agar transaksi berjalan lebih lancar.

Selain itu, bank sentral kedua negara juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral.

Dampak ke Perbankan dan Pelaku Usaha

Perluasan penggunaan yuan membawa sejumlah dampak positif bagi sektor keuangan.

Pertama, transaksi menjadi lebih efisien karena tidak selalu melewati dolar AS.
Kedua, biaya konversi mata uang dapat berkurang.
Ketiga, pelaku usaha dapat mengelola risiko nilai tukar dengan lebih baik.

Karena itu, perbankan nasional mulai memperluas layanan valuta asing berbasis yuan. (man)

Berita Terkait

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB