Gus Yahya Tegaskan Tak Terlibat Kasus Kuota Haji KPK, Dukungan untuk Adiknya Gus Yaqut

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yahya Cholil Staquf. (Dok PBNU)

Yahya Cholil Staquf. (Dok PBNU)

Jemarionline – Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang menyeret adiknya, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).

“Saya sama sekali tidak bersangkut paut soal ini. Silakan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, saya hanya berharap keadilan benar-benar ditegakkan,” kata Gus Yahya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2025).

Gus Yahya memastikan PBNU tidak terlibat dalam kasus ini dan menyatakan segala tanggung jawab hukum sepenuhnya menjadi urusan individu.

“PBNU dan Nahdlatul Ulama sama sekali tidak terkait persoalan yang sedang dihadapi Yaqut di KPK,” tegasnya.

Kasus kuota haji ini terkait penambahan 20 ribu jemaah haji pada 2024 saat Gus Yaqut menjabat Menag. Kuota tambahan ini dibagi rata, masing-masing 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus, melebihi ketentuan UU Haji yang hanya mengizinkan kuota khusus 8 persen.

Baca Juga :  Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Minta Dihukum Mati: “Saya Komit soal Korupsi”

Akibatnya, 8.400 jemaah haji reguler yang sudah antre lebih dari 14 tahun gagal berangkat. KPK menetapkan Gus Yaqut dan mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex), sebagai tersangka, berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Sertijab, Pati Polri Tempati Jabatan Baru

Gus Yahya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK dan menekankan tidak ada campur tangan dari dirinya maupun institusi PBNU.

Berita Terkait

Puluhan Siswa dan Guru SDN 2 Kanigoro Madiun Diduga Keracunan MBG
Kerahkan Drone Thermal, Tim Gabungan Atasi Karhutla Banjarbaru
Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:32 WIB

Puluhan Siswa dan Guru SDN 2 Kanigoro Madiun Diduga Keracunan MBG

Rabu, 9 September 2026 - 14:03 WIB

Kerahkan Drone Thermal, Tim Gabungan Atasi Karhutla Banjarbaru

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Berita Terbaru

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tebo Arief Haryoko.(poto: jambiprima.com).

Daerah

Jumlah Warga Miskin Desil 1 Kabupaten Tebo Meningkat

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:17 WIB