Tradisi Pelepasan CJH Depati Payung Pondok Tinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Pelepasan CJH Depati Payung Pondok Tinggi (dok.EksisJambi )

Tradisi Pelepasan CJH Depati Payung Pondok Tinggi (dok.EksisJambi )

Jemarionline.com, Sungai Penuh – Masyarakat wilayah adat Depati Payung Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, kembali menggelar tradisi pelepasan calon jemaah haji (CJH) dengan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi perpaduan antara nilai keagamaan dan kearifan lokal yang terus dijaga hingga kini.

Acara berlangsung di Masjid Agung Pondok Tinggi dan dihadiri tokoh adat, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang turut memberikan doa dan dukungan kepada para calon jemaah.

Rangkaian Prosesi Adat

Tradisi ini diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan prosesi adat berupa “parno adat”, yakni penyampaian pesan-pesan budaya yang sarat makna. Suasana semakin haru saat lantunan “tale naik joi” mengiringi pelepasan jemaah.

Baca Juga :  Disiplin ASN Jambi Diperketat, Pelanggar Terancam Pemecatan

Sebanyak 32 calon jemaah haji dilepas secara resmi. Tradisi ini menjadi simbol harapan masyarakat agar para jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Kenduri dan Kebersamaan

Tidak hanya prosesi adat, kegiatan ini juga diisi dengan kenduri atau makan bersama. Hidangan khas seperti nasi ibat disajikan sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat Pondok Tinggi.

Baca Juga :  Diskominfo Sungai Penuh Dorong Pemerataan Internet

Momen ini memperkuat hubungan sosial antarwarga sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji.

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Tradisi pelepasan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Selain bernilai religius, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas warga.

Pemerintah Kota Sungai Penuh turut mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Polda Jambi Ungkap Kasus Penyalahgunaan Solar Subsidi di Bungo, Modus Gunakan SPBU Tanpa Antre
Ketua DPRD Jambi Usul WFH Dilakukan Hari Rabu
Dua Jabatan Kosong di Nipah Panjang, Pemkab Masih Tunggu Arahan Bupati
Dua Tersangka Korupsi Lahan Ujung Jabung Ditahan, Negara Rugi Rp11,6 Miliar
DPRD Minta Jalan M Yamin Bersih dari Parkir Liar, Pungutan Ilegal Dilarang!
Haji Jambi Tetap Berangkat 5 Mei 2026, Tak Ada yang Mundur Meski Isu Perang Timur Tengah
DPR Puji Al Haris! Rp40 Miliar Digelontorkan untuk Bantu Jemaah Haji Jambi
Siswa Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Ini Alasan Pemkot Sungai Penuh
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 05:50 WIB

Polda Jambi Ungkap Kasus Penyalahgunaan Solar Subsidi di Bungo, Modus Gunakan SPBU Tanpa Antre

Jumat, 10 April 2026 - 18:30 WIB

Ketua DPRD Jambi Usul WFH Dilakukan Hari Rabu

Kamis, 9 April 2026 - 23:00 WIB

Dua Jabatan Kosong di Nipah Panjang, Pemkab Masih Tunggu Arahan Bupati

Kamis, 9 April 2026 - 22:00 WIB

Dua Tersangka Korupsi Lahan Ujung Jabung Ditahan, Negara Rugi Rp11,6 Miliar

Kamis, 9 April 2026 - 21:00 WIB

DPRD Minta Jalan M Yamin Bersih dari Parkir Liar, Pungutan Ilegal Dilarang!

Berita Terbaru

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras (dok.Angkatan Laut Amerika/IDN financials)

Internasional

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras

Minggu, 12 Apr 2026 - 23:00 WIB